Ketika Hati Merindukan Ramadhan, Sebuah Opini Evani

Ketika Hati Merindukan Ramadhan, Sebuah Opini Evani
Evani (Mahasiswi Universitas Imam Bonjol Padang Jurusan Hukum Keluarga Islam)

Ketika Hati Merindukan Ramadhan

Oleh : Evani (Mahasiswi Universitas Imam Bonjol Padang Jurusan Hukum Keluarga Islam)

Sebentar  lagi kita akan menikmati kedatangan bulan suci Ramadhan bulan penuh ampunan. Kenapa tidak, pada bulan inilah seluruh amal kebaikan yang kita lakukan bernilai pahala. Dan bukan sekedar satu pahala tapi berlibat-lipat apakah kita tidak tergiur dengan hal itu? Ya sebagai manusia yang dianugerahi akal sehat, akan merasakan kenikmatan dibalik bulan suci Ramadhan. Walauungkin tidak semua kita sampai saat ini belum bisa berjumpa dengan orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai.

Namun kita tak perlu khawatir atau gelisah. Bukankah kita tahu bahwa kado yang diberikan oleh Allah sangat indah, bahkan dari kado seorang raja tersohor sekalipun. Jika kita sabar ikhlas dan tetap tersenyum dengan semua ini, maka kita sangat beruntung karena kita akan mendapatkan kado tersebut.

Baca Juga :  Dialog Lintas Agama Digelar di Kabupaten Sorong

Betapa bahagianya  kita ketika  menerima kado dari seorang teman, namun kebahagian itu belumlah seberapa dibandingkan dengan kebahagiaan mendapatkan kado yang istimewa dari Sang Pencipta. Patut kita syukutu karena  hingga saat ini kita masih diberikan nikmat kuat dan sehat serta nikmat masih bisa menghirup udara segar menjelang Ramadhan.

Walau mungkin tak semua kita bisa berkumpul bersama sanak saudara, kerabat, dan orangtua. Hal itu tak perlu kita rasaukan hingga membuat kita menjauh dan benci padaNya. Semua yang ada di dunia ini hanyalah fatamorgana dan penuh dengan ujian hiruk pikuknya hidup. Itu pertanda Allah menguji kita sebagai tanda kedewasaan kita yang harus kita lewati dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Tak perlu takut atau cemas andai kita tak dapat berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. Ingatlah Allah akan memberikan kado terindah buat kita jika kita sanggup sabar dan ikhlas. Mungkin saat ini kedewasaan kita sedang diuji oleh Yang Maha Kuasa.

Baca Juga :  Satu Persatu Mati di Jakarta, Siapa Yang Salah? Opini Tony Rosyid

Apakah kita sanggup hidup mandir? tanpa harus makan dimasakin mama, tidur dibangunin bahkan mandipun disuruh. Inilah saatnya kita menuju perubahan yang lebih dewasa. Tanpa ada kata nanti, tanpa ada kata kan kan dan kan….tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan kebaikan kini dan nanti.

Rahasia hidup

Akan dijalani dalam keindahan bagai

Malam hari saat bulan bintang bersinar

Apabila siang terang bagai mentari

Denting waktu bagi

Hidup bagai fatamorganana

Atas kelalaian yang sering dilakukan

Namun ingatlah akan Zat Sang Pencipta

 

“Minal Aidin wafaizin mohon maaf lahir dan batin”

 

 

Loading...