Gempur Raja Ampat Minta Pembangunan Mini Resort di Misool Dihentikan

Gempur Raja Ampat Minta Pembangunan Mini Resort di Misool Dihentikan
Direktur Yayasan Gempur Raja Ampat, Harun Loji, S.Pi

HARIANNKRI.ID – Direktur Yayasan Gempur Raja Ampat, Harun Loji, S.Pi meminta pemerintah setempat untuk segera menghentikan proses pembangunan mini resort di wilayah Kawasan Konservasi Laut Daerah Misool ( Ya Pap). Selain dinilai berdampak pada pencaharian dan usaha homestay masyarakat lokal, bangunan tersebut juga diduga banguna tersebut tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) maupun administrasi lain sebagai syarat formal mendirikan usaha.

Harun Loji menyayangkan proses pembangunan mini resort yang diduga milik salah satu pimpinan PT Yellu Mutiara Misool. Ia menjelaskan, pembangunan mini resort yang dibangun sejak tahun 2019 ini diyakini sangat berdampak pada pencaharian masyarakat lokal yang bergantung hidupnya pada sumber daya alam. Selain itu akan berefek pada masyarakat lokal yang saat ini memilik homestay (rumah singgah) di sekitar kawasan tersebut.

“Hal akan berdampak pada mata pencaharian masyarakat lokal yang kemudian menggantungkan hidup disekitar situ (kawasan pulau Yapap-red) sebagai nelayan. Dan akan berdampak juga pada beberapa pengelola jasa wisata  masyarakat lokal. Yang selama ini menggantungkan hidup dalam pengelolaan jasa wisata berupa homestay,” kata Harun Loji melalui pesan WA, Rabu (10/2/2021) dini hari.

Baca Juga :  Hampir Setahun Test CPNS 2018 Tak Diumumkan, Pencari Kerja Geruduk DPRD Raja Ampat

Selain itu, menurut Direktur Yayasan Gempur Raja Ampat, pembagunan mini resort tersebut terkesan tertutup dan tidak memiliki itikad baik. Pembangunan mini resort tersebut tidak dianggap menghargai masyarakat setempat sebagai pemilik hak ulayat yang berada di kampung Fafanlap dan Juga Kampung Usaha Jaya.

“Usaha wisata yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut tidak memiliki itikad baik. Karena dianggap tertutup dan tdk menghargai masyarakat setempat sebagai pemilik wilayah. Baik masyarakat Kampung Usaha Jaya maupun Kampung Fafanlap. karena itu yang bersangkutan harus distop dan dihentikan aktivitasnya. Apalagi kehadiran yang bersangkutan di wilayah Misool hanya untuk melakukan budidaya mutiara,” ucap aktifis muda asal Kampung Fafanlap ini.

Sebagai tokoh pemuda Kampung Fafanlap, ia meminta agar pembagunan tersebut segera dihentikan. Dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat lokal untuk memgelola sumber daya alamnya sendiri.

“Disinilah akan terwujud sebuah statemen yang menyebutkan bahwa menjadi tuan di negeri sendiri,” imbuhnya.

Gempur Raja Ampat Minta Pembangunan Mini Resort di Misool Dihentikan
Mini Resort yang diduga dibangun di kepulauan Yapap Misool Kabupaten Raja Ampat

Ia pun meminta pemilik mini resort tersebut untuk segeramenghentikan proses pembangunan tersebut. Dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengelola wilayah dan sumberdaya alam secara mandiri.

Baca Juga :  Masyarakat Keluhkan KM Express Bahari 88 Over Kapasitas

“Agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat,” tegas Harun Loji.

Direktur Yayasan Gempur Raja Ampat ini pun meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat untuk segera menyikapi keresahan masyarakat setempat. Jika tidak diindahkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Parawisata Kabupaten Raja Ampat, ia mengaku, masyarakat akan melakukan pemalangan dan pemberhentain aktifitas terkait pembangunan mini resort tersebut.

“Jika hal ini tidak diindahkan, maka kami bersama dengan masyarakat akan melakukan pemalangan dan penghentian aktivitas mini resort tersebut. Yang diduga proses pembangunan tidak transparan dengan masyarakat usaha jaya dan Fafanlap,” seru Harun Loji.

Ia mengatakan bahwa jika tidak ada perhatian dari pemerintah maka pihaknya akan melakukan demontrasi kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Baik memeriksa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun adminitrasi formal lainnya.

“Kami akan melakukan aksi demonstrasi agar para pihak yang berwenang melakukan penyelidikan terkait administrasi dari pembangunan mini resort tersebut. Baik dari IMB maupun administrasi lain sebagai syarat formal mendirikan usaha,” tutupnya. (HSG)

Loading...