Kala Narkoba Merenggut Bangsa. Opini Heni Andriani

Kala Narkoba Merenggut Bangsa. Opini Heni Andriani

Kala Narkoba Merenggut Bangsa. Oleh: Heni Andriani, Pemerhati Umat dan Member AMK.

Entah sampai kapan racun penghancur generasi ini terus menerus menelan korban. Dari mulai pejabat hingga yang berkantong sekarat. Dari kalangan artis hingga anak – anak ingusan yang baru merintis. Bahkan ibu rumah tangga pun banyak yang tergoda menjajakannya karena tergiur dengan banyak rupiah.

Berbagai himbauan agar tidak terjerat dengan narkoba sering diiklankan. Bahkan lembaga penanggulangan narkoba kini sudah diadakan namun anehnya hingga sanksi hukuman pun tak pernah membuat efek jera yang ada justru semakin menggila.

610X200 HUT Kapuas

Bahkan beberapa pekan lalu publik dikejutkan lagi dengan sebuah pemberitaan saat terjadi penggerebekan jenis sabu-sabu di daerah Sukaraja dengan beratnya yang sangat fantastis 402 kg di sebuah rumah di kawasan elit Kabupaten Sukabumi. Temuan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan terakhir di Banten pada 22 Mei lalu hal ini yang diungkapkan oleh Satgasus ‘Merah Putih’ Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo detik. Com(4/6/2020).

Adanya pemberitaan tentang narkoba yang terus menggila menyisakan sejuta tanya kenapa Indonesia menjadi surga kasus narkoba bahkan hingga menyasar ke pelosok-pelosok desa.

Bahkan Sukabumi sebagai kota Santri pun tak luput jadi sasaran empuk untuk menjadi kota yang dijadikan target penghancuran generasi.

Biang keladinya Tak lain adalah sistem demokrasi kapitalis.

Bila kita renungi sebenarnya yang menjadi akar masalah peredaran narkoba di negeri ini adalah karena sistem demokrasi kapitalis yang memandang bahwa segala sesuatu ditimbang dengan materi.
Narkoba merupakan salah satu barang yang menjanjikan keuntungan materi yang sangat tinggi.

Di Indonesia daya jual barang haram ini sangat mahal hingga banyak orang yang memburunya sekalipun bahaya yang ditimbulkan pun begitu luar biasa.
Barang haram ini terus menyasar ke segenap penjuru tanah air tak terkecuali Sukabumi. Generasi muda kita kini terancam. Bahkan di ujung kehancuran. Bagaimana mungkin kita akan mendapat kualitas generasi yang hebat apabila mereka yang jadi tumpuan teler semua.

Baca Juga :  Patut Diduga Rektor Undip Mencemarkan Nama Baik dan Fitnah Terhadap Prof Suteki

Narkoba menimbulkan dampak negatif yang luar biasa. Hal ini tidak dipikirkan oleh mereka yang menjadi korban narkoba. Bagi para pengedar justru menjadi hal yang menggembirakan apabila sang korban kecanduan karena pundi-pundi rupiah akan mereka dapatkan.

Semua ini karena sistem demokrasi kapitalis tidak pernah memberikan ruang kebenaran terus berada. Karena di sistem ini yang ada hanya unsur materi sekalipun harus melanggar aturan illahi. Ya salah satunya adalah narkoba yang sudah menjadi konsumsi generasi.

Di atas landasan kebebasan individu dengan menjunjung kesenangan duniawi banyak orang mengkonsumsi hingga hilang kehormatan diri bahkan berujung mati.

Karena yang jadi pijakannya adalah materi makanya tak heran hukum ekonominya pun kapitalis menjadikan ketika ada permintaan maka barang pun harus diadakan. Hingga akhirnya narkoba jadi profit yang menggiurkan tak peduli keimanan digadaikan dan ancaman bahaya fisik maupun mental diabaikan. Bahkan jika sistem ini terus dijadikan pijakan tentu narkoba akan dianggap layaknya permen yang siap disantap oleh semua kalangan. Naudzubillah.

Lantas dengan cara apa agar generasi bangsa ini terselamatkan dari barang haram ini? Tentu jawabannya adalah Islam yang sudah terbukti keampuhan dalam penyelamatan generasi.
Sistem Islam yang berlandaskan akidah yang kuat akan menghantarkan generasi ini lepas dari jeratan narkoba.

Islam memandang bahwa narkoba diserupakan dengan khamr karena sifatnya memabukkan dan sudah jelas hukumnya haram. Apalagi dampak negatif yang ditimbulkan sangat luar biasa bagi keberlangsungan kualitas generasi.

Allah Ta’ala berfirman,

700 Covid Hariannkri

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

Baca Juga :  Kapolda Papua Barat Buka Puasa Bersama di Sorong

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang.

Ada beberapa solusi sistemik yang ditawarkan oleh Islam meliputi tiga hal yaitu :

Pertama, ketakwaan individu. Di dalam sistem Islam akidah menjadi pondasi kuat untuk menghalau berbagai ancaman keimanan. Ketika akidahnya kuat tentu tidak akan mudah tergoda oleh narkoba. Individu yang memiliki kokoh iman tidak mudah terperosok dalam jebakan nafsu yang menyesatkan.

Kedua, adanya kontrol masyarakat.
Adanya pengawasan dari masyarakat menjadi kunci agar generasi kita ini terhindar dari ancaman narkoba. Masyarakat yang peduli tidak akan membiarkan lingkungannya terpapar barang haram ataupun hal – hal yang menjerumuskan ke dalam lubang kehancuran.
Saling mengingatkan satu sama lain dalam hal kebaikan. Beramar ma’ruf nahi mungkar menjadi sebuah keharusan dalam kehidupan.

Ketiga, Negara yang mengayomi. Di dalam sistem Islam negara memiliki tanggung jawab yang luar biasa dalam mengurusi urusan rakyatnya. Negara tidak akan membuka celah terhadap peredaran barang haram ini dari luar negeri. Para pemimpin di dalam sistem Islam senantiasa mengedukasi agar masyarakatnya tidak terjebak dengan narkoba dan memberikan sanksi keras terhadap semua yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Tak ada lagi ruang bagi mereka mafia narkoba yang ada justru mereka akan siap mendapatkan sanksi tegas untuk menghentikan dan memberi efek jera.

Sesungguhnya Islam telah memberi teladan dan solusi jitu dari semua masalah yang dihadapi manusia. Tinggal dari kitanya apakah mau diatur oleh Islam ataukah tidak? Karena kalau kita tidak mau diatur oleh Islam tentu mendambakan generasi yang gemilang dan terhindar dari narkoba hanya mimpi belaka.

Wallahu a’lam bishawab.

700 Covid Hariannkri
Loading...