Babad Banten, Wadah Sejuta Kerabat

Babad Banten, Wadah Sejuta Kerabat
Babad Banten, Wadah Sejuta Kerabat

Babad Banten, Wadah Sejuta Kerabat

Ditus oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Tanpa henti tim kreatif yang mendampingi saya selalu membuat terobosan2 gagasan. Seperti yang dilakoni oleh Wakil Sekretaris Jenderal YM Tubagus Humaedi.

610X200 HUT Kapuas

Tagline terbaru Babad Banten Wadah Sejuta Kerabat, yang di-posting merupakan hasil renungan YM Tubagus Humaedi. Tagline tersebut lebih terasa hentakannya dan bisa menggambarkan semangat kebersamaan dan daduluran.

Memang seperti itu semangat awal mula Babad Banten kenapa didirikan.

Babad Banten ingin sesama Dulur saling memulyakan, saling mensupport, saling andap ashor, dan tentu saja saling mewangian.

Semangat inilah yang tertanam kuat sejak embrional gagasan Babad Banten mulai dimatangkan. Sebagai inisiator Pendiri, saya “tahu persis” keinginan dan cita-cita dasar dan besar yang ada di Babad Banten.

Merumuskan format dan skenario masa depan Babad Banten sebagai organisasi rumah besar dzuriat sekaligus kawah candradimuka Pengkaderan Bangsawan dan Negarawan serta Cendikiawan dzuriat terus menerus dilakukan.

700 Covid Hariannkri

Sebagai Organisasi dzuriat, Babad Banten tidak mau terjebak pada “halunisasi” masa lalu. Tidak juga mau dijebak pada “sekedar organisasi panggung”. Namun lebih dari itu, Babad Banten hadir untuk bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa secara keseluruhan. “Status” dzuriat bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Bukan juga merupakan status istimewa.

Baca Juga :  Lembaga Adat Betkaf Masukkan Pelecehan Adat Kristian Thebu Dalam Program Kerja

Babad Banten tidak akan terjebak disitu. Lebih spesifik Babad Banten akan mengikuti langkah jejak para Silsilah dalam berjuang memulyakan umat. Semuanya itu berdasarkan Ilmu dan akhlaq sebagaimana yang dicontohkan oleh silsilah Babad Banten dari Mulai Mbah Maulana Sultan Hasanuddin bin Kangjeng Sinuhun Maulana Syekh Syarif Hidayatullah Ing Gunung Djati Cirebon terus tersambung kepada Kangjeng Nabi Muhammad Saw.

Patokan perjuangan Babad Banten jelas, dari Kangjeng Sinuhun Maulana Syekh Syarif Hidayatullah Ing Gunung Djati Cirebon, Mbah Maulana Sultan Hasanuddin, Mbah Maulana Sultan Yusuf, Mbah Maulana Sultan Muhammad, Mbah Maulana Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir, Mbah Maulana Sultan Abu Ma’ali Ahmad, Mbah Maulana Sultan Abdul Fatah Ageung Tirtayasa hingga Syekhul Akbar Kamil Mukammil Syekhuna Almukarrom Syekh Nawawi al-Bantani hingga ulama2 Banten yang kini masih mengikuti jejak Perjuangan leluhur Kesultanan Banten.

Baca Juga :  Ketika Seorang Suhu KPK Turun Gunung, Sebuah Opini Tony Rosyid

Alhamdulillah hingga kini, Babad Banten sebagai organisasi dzuriat masih mampu menjaga independensinya. “Bebas aktif” menentukan sikap politiknya.

Sikap Babad Banten terhadap pemerintah jelas. Memilih bersikap sebagai “loyalis kritis”. Mendukung yang baik dan bersikap kritis apabila ada kebijakan yang janggal bagi umat.

Maka tidak berlebihan, bila Babad Banten mampu menjadi organisasi Sejuta Kerabat. Karena pondasi yang tertanam paling bawah dan yang paling tinggi Babad Banten junjung adalah Persaudaraan diatas Politik.

Persaudaraan bagi Babad Banten tidak ternilai harganya. Siapapun boleh bernaung di Babad Banten.

Mari kita wujudkan Babad Banten sebagai wadah Sejuta Kerabat.

700 Covid Hariannkri
Loading...