Pemprov Papua Barat Gelar Pelatihan Kader Kampung Penggunaan Aplikasi SAIK+

Pemprov Papua Barat Gelar Pelatihan Kader Kampung Penggunaan Aplikasi SAIK+
Foto Bersama Peserta Pelatihan Aplikasi SAIK+ Dan Bappeda Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Kompak

HARIANNKRI.ID – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menggelar pelatihan Kader Kampung Dalam Rangka penggunaan Aplikasi Sistim Administrasi Informasi Keuangan (SEIK+). Pelatihan ini bekerja sama dengan KOMPAK Sebagai mitra pembangun.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran PROSPPEK OTSUS atau Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung tanggal 25 November 2020. Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kader Kampung untuk penggunaan aplikasi SAIK+. Kegiatan pelatihan ini mencakup wilayah Sorong Raya yang berlangsung dari tanggal 10-15 Desember 2020.

PROSPPEK OTSUS merupakan inisiatif bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan seluruh Pemerintah Kab/Kota di Papua Barat. Tujuannya untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kampung, kelurahan dan distrik dalam bidang ekonomi maupun pelayanan dasar, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Tahun Anggaran 2020, Pemerintah Provinsi telah menyalurkan bantuan sebesar Rp.250 juta/kampung di 1,742 kampung, Rp.150 juta/kelurahan di 95 kelurahan dan Rp.100 juta/distrik di 218 distrik. Tahun Anggaran 2021 dana PROSPPEK OTSUS bertambah menjadi Rp.265 juta/kampung, Rp.175 juta/kelurahan dan Rp.125 juta/distrik.

Baca Juga :  Vinsen Kocu: Kejahatan Pileg 2019 di Provinsi Papua Barat Sangat TSM

PROSPPEK OTSUS terdiri dari 4 komponen. Yaitu: 1) memperkuat Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (SAIK+). 2) meningkatkan kapasitas kader dan aparatur kampung. 3) memperkuat Distrik dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan (BINWAS) terhadap Kampung. 4) memperkuat kemampuan kampung dalam mendanai pelayanan dasar di tingkat kampung. Termasuk sinergi perencanaan antara Kampung dengan unit pelayanan dasar di tingkat kampung, terutama sekolah dan Puskesmas.

Melalui keempat komponen di atas, diharapkan kampung dapat mengelola dan menggunakan anggaran ke kampung menjadi lebih efektif dan berhasil guna sesuai dengan tujuan nasional dan kebutuhan kampung.

Kegiatan hari ini adalah melatih dan mempersiapkan Kader Kampung yang salah satu tugasnya adalah mengumpulkan data kependudukan pada tingkat individu, rumah tangga, & kampung dengan fitur data yang memilah OAP & non-OAP.

Pelatihan ini lebih dititik beratkan pada penggunaan aplikasi SAIK+. Adapun saat ini SAIK+ telah memiliki aplikasi online, sementara aplikasi offline sudah pada tahap ujicoba akhir. Aplikasi SAIK+ adalah bentuk dukungan pembangunan dari KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) sebagai Mitra Pembangunan terhadap Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Baca Juga :  GPI Jakarta Raya Gelar Kaderisasi dan Rakerwil di Puncak

KOMPAK adalah kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia yang dikelola oleh Abt Assosiates. Tujuan SAIK+ itu sendiri adalah meningkatkan kualitas pengelolaan data & informasi dasar kampung & distrik untuk mendukung administrasi pemerintahan, perencanaan pembangunan, peningkatan layanan dasar & kegiatan ekonomi.

Kriteria Kader Kampung yang terlibat dalam kegiatan ini, seperti tertuang dalam Pedoman Umum PROSPPEK OTSUS. Yaitu minimum tamatan SMP, mampu membaca dan menulis secara lancar. Jumlah kader kampung minimal 2 orang per kampung, setidaknya 1 orang adalah perempuan. Kader Kampung diangkat oleh Kepala Kampung berdasarkan usulan musyawarah kampung. Kader Kampung menjadi bagian integral dari Pemerintah Kampung dan dengan demikian akan bekerja bersama aparat pemerintah kampung lainnya.

Pelatihan Kader Kampung ini dibagi dalam 2 sesi yaitu tanggal 10-11 Desember 2020. Acara ini dihadiri oleh 509 peserta dari Kab/Kota Sorong dan Kab. Tambrauw. Pelaihan tanggal 14-15 Desember 2020 dengan 504 peserta dari Kab. Sorong Selatan, Maybrat dan Raja Ampat. Kedua pelatihan tersebut diselenggarakan di Kota Sorong, dengan biaya yang diambil dari dana PROSPPEK OTSUS dimasing-masing kampung dan kelurahan. (HSG)

Loading...