Tokoh West Papua National Authority: Pertumpahan Darah Tak Berikan Kebebasan

Tokoh West Papua National Authority: Pertumpahan Darah Tak Berikan Kebebasan
Tokoh West Papua National Authority (WPNA) wilayah Domberai, Markus Yenu

HARIANNKRI.ID – Salah satu tokoh West Papua National Authority (WPNA) wilayah Domberai, Markus Yenu menyesalkan rangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua dengan mengatasnamakan kebebasan. Ia mengingatkan, tumpahnya darah di tanah Papua tidak akan memberikan kebebasan apapun.

“Dari diri saya sendiri, tentu saya tidak sependapat dengan aksi yang dilakukan oleh KKB. Dari kabar yang beredar lewat hubungan keluarga dari Puncak, ada banyak kesalahpahaman yang terjadi. Tentu ini menyakitkan sebab korban sudah terlanjur berjatuhan,” kata Tokoh West Papua National Authority melalui pernyataannya, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Markus Yenu, KKB bertindak sangat ceroboh dan tidak dalam pertimbangan yang cukup matang, Meski pihaknya mengklaim jika korban yang telah dibunuh adalah bagian dari mata-mata aparat keamanan, namun tindakan semacam itu justru Sangat merugikan.

Baca Juga :  Penasehat Senior Papua: Veronica Koman Hanya Cari Makan Dengan Buat Stigma

Markus Yenu justru merasa tindakan keji dari KKB akan meruntuhkan perjuangan yang sedang ia bangun. Ia menegaskan, dirinya adalah aktivis yang juga memperjuangan nama ‘Papua’ lewat jalur kemanusiaan.

“Kami sadar jika pertumpahan darah tidak akan memberikan kebebasan, kalaupun bebas kita sudah kehilangan anggota keluarga sendiri akibat dari penembakan-penembakan yang terjadi,” tegas Markus Yenu.

Tokoh West Papua National Authority Sesalkan Banyaknya Korban Berjatuhan

Markus Yenu menyesalkan, dalam 7 hari terakhir, kelompok Kriminal Besenjata (KKB) selalu memberi ketakutan dan ancaman terhadap masayarakat di Kabupaten Puncak, Papua.

“Atas ancaman tersebut korban jiwa dan korban materiil tak terhindarkan. Bahkan sebagian masyarakat memilih meninggalkan Puncak dan mengamankan diri ke Kota Timika,” sebut Yenu.

Baca Juga :  Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia

Diketahui sebelumnya bahwa kelompok KKB telah melakukan pembunuhan terhadap dua orang guru pada tanggal 8 dan 9 April. Kemudian pada tanggal 11 KKB membakar sebuah helikopter milik PT.  Ersa Eastern Aviation, pada tanggal 14 April KKB menembak mati tukang ojek, dan kisah pilu terjadi pada 15 April dimana KKB kembali lagi menembak mati salah seorang siswa SMA dan disiksa hingga jasadnya ditemukan mengenaskan. (OSY)

Loading...