PKS Minta Pemerintah Investigasi Karamnya KRI Nanggala 402

PKS Minta Pemerintah Investigasi Karamnya KRI Nanggala 402
KRI Nanggala 402

HARIANNKRI.ID – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto meminta pemerintah melakukan inestigasi komprehensif atas karamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali. Investigasi yang dilakukan diharapkan mengikutsertakan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kelautan dalam negeri.

Menurut Mulyanto, investigasi karamnya KRI Nanggala 402 ini mempunyai arti penting bagi rakyat Indonesia. Investigasi ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran kabar dan menimbulkan polemik yang bersifat politis.

“Selain untuk tujuan itu, pemahaman atas penyebab kecelakaan menjadi penting bagi pengoperasian kapal selam kita yang lain di masa yang akan datang. Untuk itu, perlu pendayagunaan kemampuan sumber daya Iptek kelautan kita. Dalam rangka investigasi komprehensif tersebut di atas,” kata Mulyanto di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Karenanya, anggota Komisi VII ini meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat mendayagunakan lembaga riset kelautan Indonesia. Baik yang ada di LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian). Seperti BPPT dan LIPI, di Balitbang Kementerian Teknis seperti Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM, maupun lembaga riset kelautan yang ada di Perguruan Tinggi.

Baca Juga :  Forum Lintas Suku Asli Papua Sorong Raya Menjamin 1 Desember Aman dan Damai

Politisi senior PKS ini menekankan, kemampuan teknologi lembaga-lembaga riset ini harus terus diasah dan disempurnakan melalui penerapan dalam penugasan agar semakin tangguh. Sebagai negara bahari, Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan teknologi dan SDM kelautannya.

Pemerintah perlu menyusun rencana pengembangan kemampuan teknologi kelautan tersebut, agar kapasitas dan kapabilitas tersebut semakin meningkat dan dapat diandalkan. Nantinya kemampuan teknologi ini dapat dimanfaatkan dalam mengelola sumber daya kekayaan laut termasuk untuk tugas perbantuan kasus-kasus kecelakaan laut.

“Dalam kasus ini kita perlu mengerahkan semua kemampuan riset yang dimiliki untuk menganalisis penyebab kecelakaan KRI Nanggala 402 secara akurat. Sehingga tidak menjadi polemik spekulatif yang bernuansa politis di masyarakat. Serta berguna sebagai pelajaran bagi kita untuk tugas-tugas di masa yang akan datang,” ujar Mulyanto.

Kronoligis Karamnya KRI Nanggala 402

Diberitakan sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang pada Rabu (22/4/2021). Di dalam pencarian, ditemukan barang-barang yang diyakini milik Nanggala 402 di sekitar dua mil dari posisi KRI Nanggala 402 menyelam. Antara lain berupa, pelurus tabung torpedo, pipa pendingin, botol oranye yang berfungsi sebagai pelumas naik turun kapal selam, alas shalat yang dipakai ABK, serta beberapa spons.

Baca Juga :  Polri Ungkap Peredaran 2,5 Ton Sabu Jaringan Internasional Timur Tengah

Konfirmasi atas temuan barang-barang dari KRI Nanggala 402 tersebut berhasil dilakukan melalui hasil pemindaian menggunakan multibeam sonar dan magnetometer serta melalui remote operation vehicle (ROV) milik kapal Singapura MV Swift Rescue, yang diturunkan ke lokasi di kedalaman 830 meter di utara perairan Bali pada Minggu (25/04/2021) dini hari, tiga hari setelah dinyatakan hilang.

Melalui visualisasi dengan menggunakan kamera tersebut diperoleh citra bawah air yang lebih detail. Meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul. Serta bagian kapal yang lain termasuk baju keselematan awak kapal MK 11. Terlihat KRI Nanggala 402 terbelah menjadi 3 bagian. (RED)

Loading...