Penguasa Yerusalem. Opini Malika Dwi Ana

Penguasa Yerusalem. Opini Malika Dwi Ana
Ilustrasi

Penguasa Yerusalem. Ditulis oleh: Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik.

1000 SM, Yerusalem ditaklukkan oleh Nabi Daud. Bangsa asli yang mendiami Yerusalem sebelumnya adalah orang-orang Yebus. Untuk pertama kalinya, Salomo putra Nabi Daud membangun kuil untuk memuja Yahweh, Tuhan menurut kepercayaan orang Yahudi.

597 SM, Yerusalem ditaklukkan oleh Raja Nebukadnezar II dari Persia.

Tahun 63 M, Yerusalem ditaklukkan oleh kekaisaran Romawi. Mereka menjadi penguasa kurang lebih 600 tahun.

Tahun 637 M, Yerusalem ditaklukkan oleh bangsa Arab atas perintah khalifah Umar bin Khattab.

Tahun 1099 M, Yerusalem ditaklukkan oleh tentara salib atas maklumat Paus Urbanus II. Kerajaan Kristen menguasai Yerusalem kurang lebih 88 tahun.

Tahun 1187 M, Yerusalem ditaklukkan oleh Salahudin Al Ayyubi. Dinasti Ayyubiyah bertakhta di Yerusalem hampir 100 tahun.

Setelah itu, Yerusalem otomatis berada dibawah kendali kekhalifahan Islam. Gonta-ganti khalifah hingga pada tahun 1535 M, Yerusalem diperintah oleh kekhalifahan Ottoman Turki yang sekaligus menjadi penjaga 2 (dua) kota suci ummat Islam lainnya, yaitu Mekkah dan Madinah.

Baca Juga :  Tokoh-Tokoh HMI Connection dan Golkar Yang Diduga Menjerat Gus Dur

Tahun 1917 M, kekhalifahan Ottoman kalah dalam perang dunia ke I. Sejak saat itu, Yerusalem berada di bawah pemerintahan Inggris.

Pasca perang dunia ke II, Inggris mulai mengacak-acak wilayah di Timur Tengah. Dinasti Al Saud diberi otoritas untuk membentuk Negara kerajaan bernama Arab Saudi. Perdana Menteri Inggris kala itu, Sir Winston Churchill memberi akses kepada imigran Yahudi untuk bermukim di wilayah sekitar Yerusalem yang ketika itu dihuni oleh bangsa Palestina.

1948 M, berdiri negara Israel setelah mendapat restu dari Inggris dan Amerika Serikat. Sejak saat itu, pemerintah Israel melakukan aneksasi terhadap wilayah bangsa Palestina. Pemukiman Yahudi mulai meningkat drastis. Ada tanah yang dibeli dari bangsa Palestina, namun lebih banyak yang dicaplok begitu saja.

Baca Juga :  Kegagalan Komunikasi Publik Menteri Agama dan Ketidakpercayaan Masyarakat

1967 M, Israel memenangkan perang melawan koalisi 4 (empat) negara Arab. Hasilnya, Israel merebut dataran tinggi Golan dari Suriah dan mengambil Gurun Sinai dari Mesir. Wilayah Israel semakin meluas.

2017 M, Israel memindahkan pusat pemerintahan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pertanyaannya, sampai kapan zionis menjadi penguasa Yerusalem? Jika melihat dari arogansi mereka (Israel) yang cenderung menggunakan cara-cara militeristik untuk menguasai kota suci, penulis yakin tidak bakal bertahan lama.

Kekhalifahan Islam menguasai Yerusalem hampir 1.200 tahun lamanya. Praktis tak ada gejolak berarti saat dikuasai orang-orang muslim. Peziarah Kristen dipersilahkan untuk mengunjungi makam Yesus Kristus. Peziarah Yahudi dipersilahkan untuk berdoa ditembok Ratapan.

Dan sejak zionis menjadi penguasa Yerusalem, aktifitas ummat muslim untuk beribadah di Masjidil Al-Aqsa mulai dibatasi, dikekang bahkan dilarang. Model macam begini tidak bakal lama berkuasa. Ada saatnya nanti mereka akan binasa.

Loading...