Islam Adalah Rahmah, Jangan Kotori dengan Angkara Murka

Islam Adalah Rahmah, Jangan Kotori dengan Angkara Murka
Ilustrasi

Islam Adalah Rahmah, Jangan Kotori dengan Angkara Murka. Ditulis oleh Tubagus Soleh, Ketua Umum DPP Ormas Kerabat & Sahabat Kesultanan Banten (BABAD BANTEN)

Adalah Anugrah ketika Islam sebagai Rahmah sampai kepada kita semua. Islam telah terbukti dalam sejarah peradaban umat manusia merupakan suatu ajaran yang mampu merevolusi watak jahiliah bangsa Arab menjadi bangsa yang bermoral, beradab dan memiliki sifat yang mulia.

Kita tahu, Siapa Umar bin Khattab sebelum mendapat Hidayah Islam. Kita tahu, siapa Khalid bin Walid seblum mendapat hidayah Islam. Kita tahu, siapa Abdurrahman bin Auf sebelum mendapat cahaya Islam. Kita juga tahu, siapa Salman Alfarisi sebelum mendapat cahaya Islam. Bahkan kita juga tahu siapa Bilal bin Robah sang Muazzim ternama zaman Rosululloh Saw.

Umar bin Khattab dikenal sebagai preman sadis yang tanpa tega membunuh anak perempuannya sendiri. Khalid bin Walid gembong preman bangsa jahiliyah. Abdurahman bin Auf adalah seorang Saudagar , Salman Alfarisi adalah seorang Bangsawan bangsa Persia dan Bilal bin Rabah adalah seorang budak hitam yang dimerdekakan oleh Sayyidina Abu bakar Siddik.

Baca Juga :  Enggar Vs KPK, Sebuah Opini Muslim Arbi

Namun semua itu menjadi lenyap semua identitas masa lalunya. Keegoisan dirinya, kemerasaan lebih hebat bangsanya, dan merasa lebih tinggi derajatnya.

Islam mengajarkan setaraan, kemuliaan, dan kesempurnaan hidup sebagai manusia. Sehingga siapapun yang masuk kedalam agama Islam secara kaffah bisa dipastikan dia akan menjadi hamba Alloh yang salim. Selamat dunia akherat.

Islam tidak ada keraguan sedikitpun tentangnya. Sang Pembawa Risalah sayyidina Muhammad Shallahu Alaihi wasallam merupakan manusia Al Amin, Siddik, Amanah, Fathonah dan Tabliq. Sifat mulia ini sudah teruji dalam sejarah besar kemanusiaan.

Bahkan seorang orientalis Barat Micheal Heart, menempatkan Nabi Muhammad Saw urutan no 1 dalam daftar tokoh dunia yang sangat berpengaruh.

Hal itu merupakan bukti nyata, bahwa pembawa Risalah Islam merupakan Nabi utusan Alloh yang bernama Sayyidina Muhammad saw.

Ajaran beliau simple saja. Islam adalah Rahmatan Lil Alamin. Islam adalah rahmah bagi semua umat manusia. Nabi Muhammad Saw tidak pernah mengajarkan kebencian, angkara murka atau sejenisnya.

Dalam buku sejarah beliau bahkan ada kisah yang sangat mengharukan bagi kita sebagai umatnya. Bahwa beliau selalu menyuapi setiap hari seorang Yahudi buta, miskin dan gelandangan. Tugas ini terhenti karena beliau wafat. Sementara orang Yahudi tersebut membalasnya dengan caci maki kepada Nabi Muhammad Saw. Padahal yang menyuapi dia adalah orang yang di caci maki.

Baca Juga :  Babad Banten, Wadah Sejuta Kerabat

Bukankah ini ajaran Nabi Muhammad Saw yang sangat dahsyat? Bukankah ini merupakan contoh nyata bahwa Nabi Muhammad mendakwahkan Islam dengan lemah lembut penuh kasih sayang? Urusan hidayah adalah hak preogatif Alloh Swt.

Tugas beliau hanya menyampaikan Islam dengan sebenar-benarnya. Apa adanya. Yang paling penting pointnya adalah akhlaq beliau sebagai wujud dari Alqur’an itu sendiri.

Inilah banyak yang lupa inti dari dakwah Nabi Kita sayyidina Muhammad Saw. Yaitu Kasih Sayang dan Lemah Lembut dalam makna yang sebenar-benarnya.

Maka tidak berlebihan bila saya, Tubagus Soleh, mengingatkan kepada diri sendiri agar senantiasa mengikuti dakwah yang sudah dicontohkan oleh Sayyidina Muhammad Saw sebagai Prototipe Manusia Sempurna yang menjadi anutan kita semua.

Berdakwahlah dengan santun, jangan kotori Islam dengan angkara murka. Karena Islam adalah Rahmah bagi kita semua.

Loading...