PKS Sebut Rencana Erick Thohir Pulangkan Peneliti Vaksin AstraZenica Sekedar Gimik

PKS Sebut Rencana Erick Thohir Pulangkan Peneliti Vaksin AstraZenica Sekedar Gimik
Menteri BUMN Erick Thohir

HARIANNKRI.IDWakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto menyebut rencana Menteri BUMN Erick Thohir memanggil pulang salah satu peneliti vaksin AstraZenica asal Indonesia Indra Rudiansyah sekedar gimik belaka. Disebut pula, upaya penanggulangan Covid-19 di dalam negeri jauh lebih efektif bila pemerintah memaksimalkan peneliti dan lembaga penelitian yang ada.

Menurut Mulyanto, upaya memanggil pulang mahasiswa Indonesia yang sekarang berkiprah di lembaga riset internasional tersebut tidak lebih dari sekedar gimik belaka. Ia meyakini, memanggil salah satu peneliti vaksin AstraZenica asal Indonesia tersebut tidak berdampak terhadap upaya penanggulangan Covid-19 di dalam negeri. Indra Rudiansyah adalah mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan kuliah S3 di Oxford yang menjadi salah satu peneliti vaksin AstraZenica.

“Persoalan kita hari ini bukan kekurangan tenaga peneliti tapi kekurangan anggaran dan fasilitas penunjang untuk riset. Percuma mereka dipanggil pulang kalau dukungan fasilitas dan pendanaan riset belum memadai. Hasilnya akan sama saja,” kata Mulyanto di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Mantan Sekretaris Kemenristek itu menambahkan, saat ini Indonesia memiliki banyak tenaga peneliti yang andal. Mereka memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di lembaga riset internasional. Beberapa di antaranya bahkan ada yang mendapat penghargaan internasional.

“Kemampuan para peneliti yang ada di dalam negeri sekarang sudah sangat memadai. Masalahnya Pemerintah masih setengah hati dalam membangun ekosistem ristek nasional,” ujar Mulyanto.

Doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Tehcnology ini menyebut pengelolaan bidang riset di Indonesia masih belum optimal. Apalagi saat ini Kementerian Riset dan Teknologi dibubarkan, diganti dengan lembaga setingkat badan. Kemudian lembaga riset prestius seperti BPPT, LIPI, BATAN, dan LAPAN akan dilebur ke dalam BRIN.

Menurutnya, perubahan struktur kelembagaan ristek ini akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas riset Indonesia. Terlebh jika terindikasi ada upaya untuk mempolitisasi lembaga-lembaga yang ada.

“Belum lagi kalau bicara soal anggaran dan fasilitas penelitian, sangat miris kita melihatnya. Masa anggaran buzzer lebih besar daripada anggaran riset vaksin. Padahal hasil vaksin lebih diperlukan rakyat daripada hasil kerja buzzer. Bagaimana mungkin hasil riset kita bersaing dengan negara  lain kalau ekosistem ristek semakin merosot,” imbuh Mulyanto.

Mulyanto: Memulangkan Peneliti Vaksin AstraZenica Sekedar Gimik Tebar Pesona

Politisi senior PKS itu minta Pemerintah fokus menanggulangi pandemi ini berdasarkan hasil kajian ilmiah para ahli peneliti (scientific based). Ajak mereka merumuskan upaya terpadu untuk menanggulangi masalah ini.

“Jangan terlalu banyak gimik yang hanya tebar pesona,” imbuhnya.

Mulyanto mendesak Pemerintah mempercepat riset dan produksi vaksin Merah Putih yang dimotori Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Berikan dukungan fasilitas dan anggaran yang cukup agar para peneliti dapat menyelesaikan tugas mereka dengan baik. (OSY)

Loading...