Keluarga Merupakan Inti Masyarakat Serta Inti Komunitas Sosial

Keluarga Merupakan Inti Masyarakat Serta Inti Komunitas Sosial
Keluarga Merupakan Inti Masyarakat Serta Inti Komunitas Sosial. Ditulis oleh: Rizki Maulizar Yusuf, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Lhokseumawe. Think Indonesia.

Keluarga Merupakan Inti Masyarakat Serta Inti Komunitas Sosial. Ditulis oleh: Rizki Maulizar Yusuf, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Lhokseumawe.

Pendidikan merupakan suatu proses dalam mencari ilmu pengetahuan yang menjadi suatu hal wajib untuk didapatkan oleh seluruh anak. Meskipun demikian pendidikan bukan hanya tanggung jawab para  pelajar dan tenaga didik saja, namun termasuk semua pihak yang berkaitan dengan anak termasuk keluarga.

Menurut Rizki Maulizar keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan emosi yang memiliki peran masing-masing di dalam bagian keluarga.

Adapun peran keluarga yaitu menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok atau masyarakat.

Keluarga merupakan inti dalam sebuah masyarakat serta inti dari sebuah komunitas sosial. Perlu diperhatikan bahwa sosial dan pendidikan memiliki ikatan yang sangat erat, keluarga juga menjadi modal sosial terhadap pendidikan seorang anak. Maka dari itu keluarga menjadi bagian yang paling penting terhadap motivasi belajar seorang anak dalam menempuh pendidikan.

Baca Juga :  JIC Adakan Pelatihan Pengolahan Ampas Tahu Sebagai Produk Makanan

RMY mengemukakan bahwa motivasi belajar adalah daya penggerak dari dalam diri individu untuk melakukan kegiatan belajar. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman.

Bagi seorang anak yang tidak memiliki motivasi yang baik dalam belajar maka akan berdampak terhadap hasil akhir yang akan diperoleh nantinya.

Keluarga, Masyarakat Dan Komunitas Sosial

Keluarga merupakan aspek penting yang sangat mempengaruhi motivasi belajar seorang siswa. Apabila seorang anak mendapatkan kasih sayang, cinta, kasih serta dukungan dari keluarga maka ia akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar nantinya.

Seperti yang dikatakan Slameto (2010), ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar dalam keluarga. Yaitu cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, pengertian orang tua, suasana rumah, keadaan ekonomi, dan latar belakang budaya.

Pada umumnya orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi akan mendorong dan memotivasi anaknya untuk berpendidikan yang tinggi juga. Seperti yang disampaikan oleh Slameto (2010) bahwa jika lingkungan anak adalah orang-orang yang terpelajar dan yang baik-baik. Mereka akan mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya, antusias dengan cita-cita yang luhur akan masa depan anaknya. Anak juga akan terpengaruh kepada hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga :  New Normal Life, Dari Kapitalisme Untuk Kapitalisme. Opini Azzam

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian besar orangtua yang memiliki pendidikan minimum juga akan memotivasi anak-anak mereka untuk terus belajar dengan giatnya. Serta harus terus semangat dalam menuntut ilmu agar bisa menjadi orang yang lebih baik dan sukses nantinya.

Perlu diketahui bahwa perlakuan dan sikap orang tua dan keluarga terhadap anak akan sangat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa atau mahasiswa. Sebagian anak yang orang tuanya kaya, dimana orang tuanya sering sibuk dengan urusannya sendiri sehingga lupa memberi perhatian terhadap anaknya. Lalu hal ini akan menjadi salah satu faktor sebagian anak yang orang tuanya kaya menjadi malas dan tidak semangat dalam belajar.

Selain itu bagi orang tua yang sering tidak perduli terhadap hal apa saja yang dilakukan dan dialami anaknya. Baik di sekolah/perguruan tinggi, d iluar rumah, atau di lingkungan teman-temannya. Ini akan membuat anak merasa tidak diperhatikan sama sekali.

Loading...