M Qodari: Jokowi Butuh Menteri Milenial Dari Latar Aktivis

M Qodari: Jokowi Butuh Menteri Milenial Dari Latar Aktivis

HARIANNKRI.COM – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan, dalam visi Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, generasi milenial memiliki peranan yang penting khususnya dengan adanya pengembangan sumber daya manusia di dalam visi tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Publik DPP KNPI dengan tema “Peranan Milenial Dalam Visi Indonesia Maju” yang diadakan di Media Center KNPI, Jakarta Kamis, (18/7/2019).

“Pak Jokowi menginginkan menteri muda saya rasa bukan sekadar basa basi, tetapi sesuatu yang sungguh-sungguh akan beliau lakukan,” ujar Qodari.

Menurutnya, menteri milenial dibutuhkan karena Presiden Jokowi menginginkan menteri yang berani, inovatif, dan meninggalkan pola-pola lama.

“Kita tentu berharap anak muda yang terpilih menjadi menteri milenial adalah sosok pemuda yang betul-betul telah melalui proses panjang, yang muncul karena mobilitas kepemimpinan dan kemampuan manajerialnya, kecerdasan serta kontribusinya. Dia sudah pernah menjadi aktivis, pejuang kehidupan, memulai dari nol hingga mencapai dirinya yang sekarang. From nothing to something, from zero to hero,” jelasnya.

Baca Juga :  Ismahi Minta Kapolda Metro Metro Jaya Tindak Wali Kota dan Kapolres Bekasi Seperti HRS

M Qodari kemudian menyebutkan beberapa nama yang memiliki potensi menjadi menteri milenial.

“Contoh anak muda, aktivis, pejuang kehidupan yang kita tahu bersama adalah Bahlil Lahadalia Ketum HIPMI. Kemudian dari KNPI ada Ketum KNPI Noer Fajriansyah, dan banyak lagi anak muda, aktivis, dari berbagai organisasi kepemudaan yang berpotensi membantu Presiden di dalam kabinetnya,” ujar M Qodari.

Beberapa aktivis muda nasional yang dimaksud oleh M Qodari antara lain Twedy N. Ginting, Bendahara Umum DPP KNPI dan alumni Lemhanas. Kemudian Aminuddin Ma’ruf mantan Ketum PB PMII, yang juga Sekjen Relawan Samawi. Selain itu Mamberob Rumakiek, peraih suara terbanyak DPD RI dari Papua Barat, mantan Ketum PP GMKI. Kemudian ada Arief Rosyid, mantan Ketum PB HMI dan Plt. Sekjend DMI, serta Angelo Wake Kako, anggota DPD terpilih dari dapil NTT yang juga mantan Ketum PMKRI.

Baca Juga :  Wakil Jaksa Agung Akui Terjadinya Pergeseran Doktrin Dominus Litis

“Siapa yang akan melaksanakan dan mengimplementasikan, nomor satu adalah kabinet. Sehingga Jokowi membutuhkan menteri yang sesuai dengan kriterianya, berani, punya kemampuan manajerial, eksekutor program, yaitu dari milenial. Kenapa penting menteri milenial dari kelompok aktivis? Karena mereka yang sudah berpengalaman dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia,” pungkasnya. (MIL)

Loading...