Wakil Ketua Fraksi PKS Sesalkan Presiden Jokowi Cuma Bisa Jengkel

5 Tewas dan 50 Dirawat, PKS Desak Investigasi Kecelakaan PLTPPLTP Sorik Merapi
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto

HARIANNKRI.COM – Wakil Ketua Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Mulyanto menyesalkan sikap Presiden Jokowi yang hanya bisa jengkel jika tidak ada kilang migas baru yang dieksplorasi. Seharusnya Jokowi menyadari, hal itu terjadi karena dampak minimnya anggaran survey wilayah potensi eksplorasi yang diberikan kepada Badan Geologi Kementerian ESDM.

Demikian dikatakan Mulyanto saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, Senin (16/12/2019), di Gedung Nusantara 1, Senayan, Jakarta. Ia menyesalkan minimnya anggaran survey wilayah potensi eksplorasi yang dialokasikan kepada Badan Geologi, Kementerian ESDM. Padahal hasil survey ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi migas yang saat ini terus menurun.

“Presiden jangan cuma bisa jengkel kalau selama kepemimpinannya tidak ada kilang baru yang dieksplorasi. Bagaimana mau eksplorasi kalau tidak disurvei. Anggaran surveinya disediakan tidak?” kata Wakil Ketua Fraksi PKS.

Mulyanto menegaskan, Fraksi PKS sangat fokus terhadap perbaikan kondisi defisit transaksi perdagangan saat ini. Fraksi PKS mendorong Pemerintah memaksimalkan semua fungsi kelembagaan agar bisa menstabilkan neraca perdagangan dalam posisi yang positif.

Baca Juga :  PKS Peduli Driver Ojol, Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Menurutnya, pemerintah seharusnya mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Badan Geologi, Kementerian ESDM dalam hal penelitian, penyelidikan dan pelayanan di bidang sumberdaya geologi, vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, air tanah dan geologi lingkungan, serta survei geologi.

“Saat ini kita sangat perlu adanya sumur-sumur minyak baru untuk meningkatkan kapasitas produksi migas. Dan itu baru bisa kita laksanakan jika ada hasil survey yang akurat. Terus bagaimana kita bisa survey kalau anggarannya tidak disediakan,” tegas Mulyanto.

Menurutnya, harus ada upaya yang masif untuk mengatasi persoalan defisit transaksi perdagangan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produksi migas karena lifting minyak terus menurun. Mulyanto melihat, salah satu penyebabnya karena usia sumur eksplorasi sudah tua sehingga perlu dicari sumur-sumur baru.

Baca Juga :  Surat Pencabutan Mandat Untuk Salman Faisal Hanya Dagelan Politik

“Peran Badan Geologi Kementerian ESDM ini sangat penting. Seharusnya Pemerintah bisa memaksimalkan peran Badan Geologi Kementerian ESDM sebagai bagian tak langsung dari upaya memperbaiki kondisi transaksi neraca perdagangan,” ujar Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS ini. (OSY)

Loading...