HARIANNKRI.ID – Proyek revitalisasi satuan pendidikan dasar di SDN 3 Tersobo, Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen Jawa Tengah menelan anggaran Rp 467.914.00,00 yang bersumber dari APBN 2025 diduga mengalami penyelewengan.
Salah satu warga sekitar PN menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan apa yang dituangkan di papan informasi atau di pihak ketigakan oleh pihak sekolah.
“Sepertinya pembangunan di SDN 3 Tersobo dipihakketigakan. Karena orang sini yang dilibatkan hanya sebagian. Selebihnya pekerjaan dari luar wilayah,” terang PN saat dikonfirmasi hariannkri.id, Rabu (19/11/2025).
PN melanjutkan, apa yang tertulis di papan informasi merupakan kebohongan publik. Sebab proses pekerjaan tersebut disebutnya menggunakan warga luar wilayah.
“Apa yang tertulis di papan informasi menurut saya itu kebohongan publik. Karena sudah jelas pembangunan itu melibatkan pihak luar dari desa Tersobo,” lanjutnya.
PN juga mengungkapkan, warga desa Tersobo memiliki kemampuan dan pengalaman dalam bidang konstruksi namun pihak sekolah masih menggunakan pihak luar. Menurut warga sekitar menjadikan sebuah kecurigaan di lingkungan sekolah.
“Jika memang itu dikerjakan swakelola seharusnya warga asli sini tapi faktanya banyak dari luar. Selain itu warga sini juga banyak yang jadi tukang bangunan serta menguasai pembangunan gedung, apabila hanya sekelas gedung sekolahan bagi saya sangat bisa sekali,” ungkapnya.
Kemudian PN menjelaskan bahwa masyarakat sekitar mendesak agar pihak sekolah dan pemerintah memberikan transparansi terkait proyek revitalisasi SDN 3 Tersobo.
“Kepada pihak sekolah dan pemerintah harus transparan dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung SDN 3 Tersobo,” tegasnya.
Sementara itu AG menuturkan bahwa masyarakat memiliki kecurigaan bahwa proyek pembangunan gedung sekolah tersebut dipihakketigakan dan diduga melibatkan konsultan perencana.
“Kami selaku warga curiga bahwa proyek pembangunan gedung sekolah itu dipihakketigakan. Lha pihak ketiganya adalah konsultan perencanaan sekaligus yang mengerjakan proyeknya,” tuturnya.
Kemudian AG menambahkan bahwa dasar kecurigaan masyarakat adalah hanya sebagian warga yang dilibatkan dalam proyek tersebut, sedangkan selebihnya adalah orang luar.
“Masyarakat merasa sedikit curiga terkait kerjaan itu dan tanda tanya apakah ada kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak ketiga atau tidak? Serta apakah pihak sekolah terima fee dari pihak ketiga atau tidak itu yang jadi pertanyaan bagi kami,” katanya.
Kepala Sekolah SDN 3 Tersobo Bantah Tuduhan Penyelewengan Proyek
Terpisah Kepala Sekolah (Kepsek) Rifmawan SDN 3 Tersobo membantah tuduhan masyarakat terkait penyelewengan proyek revitalisasi sekolah. Menurutnya, semua pekerjaan di sekolah telah dilaksanakan sesuai perencanaan dan dengan swakelola dari masyarakat setempat. Kepsek menjelaskan bahwa proyek tersebut langsung diawasi dari pusat dan bahkan telah didatangi oleh oknum dari Kejaksaan.
“Pekerjaan ini langsung diawasi dari kementerian langsung dan kemarin juga didatangi HN oknum dari kejaksaan,” tandasnya.
Kepsek Rifmawan menambahkan bahwa oknum Kejaksaan tersebut berpesan kepada pihak sekolah untuk meminta KTA dan surat tugas kepada siapa pun yang datang dari LSM atau wartawan.
“Bahkan HN oknum kejaksaan berpesan kepada kami apabila ada yang datang dari entah wartawan atau LSM untuk meminta menunjukkan KTA dan surat tugasnya,” tambahnya.
Kepala Sekolah memastikan bahwa pihak sekolah tidak memiliki MOU dengan pihak ketiga dan tidak melibatkan pihak ketiga dalam pelaksanaan proyek.
“Kami pastikan bahwa pihak sekolah tidak ada MOU dari pihak ketiga bahkan tidak melibatkan pihak ketiga. Yang pasti kami sudah melaksanakan pekerjaan itu dengan swakelola,” pungkasnya. (SND)







