Instruksi PP GPI: Jangan Kendor PD GPI Kota Bogor, Kawal Kasus RS Melania

Instruksi PP GPI: Jangan Kendor PD GPI Kota Bogor, Kawal Kasus RS Melania
Ilustrasi

HARIANNKRI.ID – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengapresiasi upaya PD (Pimpinan Daerah) GPI Kota Bogor mendampingi keluarga bayi yang diduga meninggal karena diterlantarkan oleh RS Melania Bogor. Saat ini pihak keluarga tersebut sedang mencari keadilan atas perlakuan pihak rumah sakit yang disinyalir melanggar Pasal 32 dan pasal 190 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan karena tidak memberikan pelayanan kepada pasien yang sedang kritis.

Melalui Sekretaris Jendral (Sekjend) Khoirul Amin, PP GPI mengapresiasi kepedulian PD GPI Kota Bogor terhadap “ketidakadilan” yang terjadi di masyarakat sekitar. Kehadiran langsung kader GPI di tengah masyarakat yang terdzolimi adalah bentuk nyata tujuan berdirinya salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) Islam tertua di Indonesia ini.

“Bahwa salah satu tujuan utama berdirinya Gerakan Pemuda Islam ini adalah berjuang untuk kemaslahatan umat. Yang dilakukan oleh kader PD GPI Kota Bogor adalah benar dan kami Pimpinan Pusat mengapresiasi itu,” kata Khoirul Amin melalui sambungan selular, Rabu (17/3/2021) malam.

Baca Juga :  LBH PP GPI: RUU Ominubus Law Tidak Bisa Ditolak, Libatkan Rakyat

PD GPI Kota Bogor Dampingi Keluarga Mediasi Dengan Pihak RS Melania di DPRD

Apresiasi juga disampaikan oleh PP GPI atas langkah kader GPI mendampingi keluarga korban saat mediasi di DPRD Kota Bogor. Ia menekankan, saat itu mediasi dihadiri keluarga korban, pihak RS Melania, Dinas kesehatan setempat dan Komisi IV. Amin mengingatkan, selain pihak keluarga, orang-orang yang hadir pada mediasi tersebut pastilah menguasai trik-trik bernegosiasi.

“Harus diakui, secara psikologis, seringkali pihak pengadu (keluarga korban-red) merasa terintimidasi dalam situasi demikian. Saya yakin, masyarakat awam akan kebingungan saat berhadapan langsung dengan para negosiator,” ujar Amin.

Sekjend PP GPI melanjutkan, dalam setuasi seperti itu, masyarakat awam biasanya akan merasa terpojok. Bahkan, menurut Amin, tak jarang kondisi “terdzolimi dan mendzolimi” justru menjadi berbalik.

“Karena itu saya sangat mengapresiasi kehadiran para kader GPI dalam mediasi tersebut. Keluarga bayi yang diduga diterlantarkan oleh RS Melania tersebut akan merasa bahwa mereka tidak sendirian. Ada GPI yang siap membela umat yang terdzolimi untuk mendapatkan keadilan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Konvensi Calon Menteri Versi Relawan Pilar Indonesia Bersatu

Instruksi PP GPI kepada PD GPI Kota Bogor

Amin pun menegaskan, PP GPI secara tegas mendukung bahkan menginstruksikan untuk terus mengawal keluarga korban hingga mendapat keadilan yang seadil-adilnya. Pihaknya meminta agar seluruh kader PD GPI Kota Bogor untuk tidak lelah dalam melakukan pendampingan.

“Selaku Sekjend PP GPI, dengan ini saya menginstruksikan kepada PD GPI Kota Bogor untuk jangan kendor. Kawal terus keluarga korban kedzoliman rumah sakit Melania Bogor hingga tuntas mendapat keadilan yang layak. Kami mendukung semua langkah PD. Bila perlu, PP GPI akan memerintahkan Direktur LBH GPI untuk terjun langsung ke Bogor,” tutup Khoirul Amin. (HRN)

Loading...