Polri Ungkap Sumber Dana Kelompok Jamaah Islamiyah

Polri Ungkap Sumber Dana Kelompok Jamaah Islamiyah
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memaparkan sumber dana kelompok Jamaah Islamiyah saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021)

HARIANNKRI.ID – Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, kelompok Jamaah Islamiyah mempunyai sumber dana yang dikumpulkan dengan beberapa cara. Diantaranya, sumber pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah berasal daro iuran-iuran wajib para anggota dan juga yayasan yang dibentuk oleh jaringan terorisme tersebut.

“Pengumpulan uang yang dibentuk oleh JI yaitu Baitul Maal Abdurahman Bin Auf (BM ABA-red), Syam Organizer (SO-red), Madina, dan One Care,” kata Argo Yuwono saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021).

Ia menuturkan, penyidik Densus 88 sudah mengamankan kotak amal dan celengan yang dimanfaatkan oleh kelompok Jamaah Islamiyah dalam mencari dana.

“Dan kemudian barang bukti yang kami amankan ada kotak amalnya, kemudian ada kotak infaq ini ada. Kemudian, ada beberapa kaleng-kaleng tempat untuk menyimpan uang itu yang untuk infaq yang tidak bisa kami bawa karena banyak sekali. Ada foto yang kami sita, kami gunakan sebagai alat bukti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Munas Partai Golkar Jadi Momen Kebangkitan SOKSI

Densus 88 Tangkap 53 Terduga Teroris, 50 Diantaranya Kelompok Jamaah Islamiyah

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 53 orang terduga teroris di 11 Provinsi Indonesia. Operasi penindakan tersebut dilakukan sejak tanggal 12 Agustus hingga 17 Agustus 2021.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan,  dari jumlah itu, 50 diantaranya merupakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan tiga diantaranya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Dari 53 orang ini, dari jaringan Jamaah Islamiyah sebanyak 50 orang, itu yang kami amankan di 10 provinsi. Sedangkan yang satu provinsi ini jaringan dari Ansharut Daulah, pendukung ISIS 3 orang itu di Kaltim,” kata Argo Yuwono.

Argo merinci 11 wilayah yang dilakukan penangkapan yakni, Sumatera Utara (Sumut) delapan orang, Jambi tiga orang. Lalu, Kalimantan Barat satu orang, Kalimantan Timur tiga orang, Sulawesi Selatan tiga orang, Maluku satu orang, Banten enam orang, Jawa Barat empat orang, Jawa Tengah 11 orang, Jawa Timur enam orang dan Lampung tujuh orang.

Baca Juga :  Allianz Indonesia Bayar Klaim Asuransi Lima Korban Lion Air JT 610

“Dalam penindakan kemarin, sekitar satu minggu kami bisa mengamankan lebih kurang 53 orang yang kami amankan,” ujar Argo.

Argo menyebut, 53 terduga teroris yang ditangkap di 11 Provinsi Indonesia, ingin melancarkan aksi terornya saat Hari Kemerdekaan Indonesia atau 17 Agustus 2021.

Menurut Argo, hal itu diketahui dari keterangan para tersangka saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik detasemen berlambang burung hantu tersebut.

“Ini sesuai keterangan daripada beberapa tersangka yang kami tangkap. Memang kelompok JI dia ingin menggunakan momen 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan,” ucap Argo. (STA)

Loading...