Penjelasan Luhut Soal Covid-19 Varian Delta Plus Disinyalir Berkaitan Dengan Bisnis PCR

Penjelasan Luhut Soal Covid-19 Varian Delta Plus Disinyalir Berkaitan Dengan Bisnis PCR
Ilustrasi artikel berjudul Penjelasan Luhut Soal Covid-19 Varian Delta Plus Disinyalir Berkaitan Dengan Bisnis PCR

HARIANNKRI.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengkritik penjelasan soal Covid-19 varian Delta Plus disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang ramai di publik diduga punya saham di perusahaan importir alat tes PCR. Seharusnya, penjelasan tersebut disampaikan oleh otoritas kesehatan berbasis bukti (evidence based) yang obyektif.

“Pemerintah jangan asbun (asal bunyi-red) terkait Covid-19 varian Delta Plus. Apalagi ketika mengaitkan dengan kebijakan kewajiban PCR bagi masyarakat Penjelasan soal Covid-19 varian Delta Plus. Harusnya disampaikan oleh otoritas kesehatan berbasis bukti (evidence based-res) yang obyektif.  Bukan disampaikan oleh menteri yang ramai di publik diduga punya saham di perusahaan importir alat tes PCR,” kata Mulyanto di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Dengan demikian, lanjut doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology, Jepang tahun 1995 ini, publik yakin bahwa info yang disampaikan benar-benar akurat dan objektif. Publik akan merasa penjelasan tersebut bukan untuk kepentingan kelompok bisnis tertentu.

PKS, menurut Mulyanto, ragu atas info tersebut. Pasalnya, University of Oxford maupun WHO mengatakan, kecepatan penyebaran maupun efek terhadap imunitas manusia dari varian delta plus ini masih belum clear dan belum cukup data.

Semakin ragu lagi, lanjutnya, karena info ini disampaikan oleh Menteri Luhut Binsar Panjaitan. Saat ini pria yang akrab dipanggil “Opung” ini ramai di publik diketahui punya bisnis tes PCR. Apalagi ujung-ujungnya muncul statemen kewajiban uji PCR untuk menghadapi varian delta plus Covid-19 ini.

“Apa hubungannya? Jangan-jangan hanya sekedar pembenaran untuk bisnis PCR,” kata Mulyanto.

Karena itu Mulyanto mendesak Pemerintah konsisten menerapkan kebijakan berbasis riset (reserach based policy). Sehingga berbagai program penanggulangan Covid-19 ini dapat berjalan secara efektif dan efisien.

“Jangan sampai menghamburkan sumber daya bangsa untuk hal yang tidak perlu. Atau malah hanya sekedar memberi cuan pada pengusaha nakal,” tutupnya. (OSY)

Loading...