Usaha Pertama Pembunuhan Soekarno, 10 Nyawa Melayang

Usaha Pertama Pembunuhan Soekarno, 10 Nyawa Melayang
Usaha Pertama Pembunuhan Soekarno, 10 Nyawa Melayang

HARIANNKRI.ID – Usaha pembunuhan Soekarno dalam sejarah tercatat lebih dari 7 kali. Berbagai teori konspirasi muncul atas upaya membunuh Presiden Pertama Indonesia, dari dugaan keterlibatan salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat yakni Central Intelligence Agency (CIA) ataupun pergolakan politik bangsa sendiri.

Sabtu malam 30 November 1957, Soekarno hadir di malam amal dalam rangka hari jadi Sekolah Rakyat (SR) Perguruan Tjikini ke-15. Ia hadir bukan dalam kapasitas sebagai Presiden, namun sebagai orangtua Guntur yang saaat itu masih berusia 13 tahun dan Megawati yang berusia 10 tahun.

Pukul 20:45 WIB, Soekarno meninggalkan acara dengan diantar oleh Kepala Sekolah Soemadji dan Ketua Panitia Ny Soedarjo. Guntur dan Megawati tidak ikut pulang karena menonton pemutaran film selepas acara resepsi.
Total 5 Granat Yang Dilemparkan Pada Usaha Pertama Pembunuhan Soekarno

Baca Juga :  Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari Gelar Seminar Nasional Budaya dan Sejarah Gorontalo

Saat langkah Soekarno belum sampai di mobil, sebuah ledakan terdengar. Belum sadar bahwa ledakan tersebut berasal dari sebuah granat, ledakan kedua pun menggelegar.

Orang-orang mulai berlarian panik dan tak jarang yang sambil menangis. Ngationo, salah satu Pengawal Presiden dengan cepat menjatuhkan Soekarno dan mendekapnya. Pecahan granat pun menerjang tubuh dan kepalanya.

Granat ketiga dilempar tidak lebih 5 meter jaraknya dari Soekarno. Granat keempat lebih dramatis, ledakannya menembus mesin mobil, menghancurkan kacadepan dan mencabik-cabik bagian dalam menjadi serpihan serta menghancurkan 2 buah ban.

Usaha pembunuhan Soekarno pun gagal, dan Presiden Pertama Indonesia ini selamat tanpa luka sedikitpun. Total ada 10 korban tewas dalam serangan tersebut, termasuk anak-anak dan seorang ibu hamil.

Baca Juga :  TAIB Laporkan Hasto Kristiyanto ke Bawaslu Atas Penyebaran Berita Bohong

“Anak-anak berteriak dan berlari ketakutan memasuki gedung sekolah. Tamu-tamu berguli ke bawah mobil dan masuk selokan. Puluhan orang kena. Ratusan terbaring ke tanah. Kulihat kekuatan ledakan melemparkan seorang Inspektur Polisi ke sebuah tiang. Darah berserakan” –Soekarno

(setali_channel)

Loading...