KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar

KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar
Ilustrasi artikel opini berjudul KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar

KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar. Ditulis oleh: Jasra Putra, Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi (Kadivwasmonev) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sebagaimana diketahui Indonesia menjadi negara pengguna motor terbesar di dunia, terutama anak mudanya. Namun hal itu menyisakan persoalan bagi anak anak yang tidak punya pilihan selain mengendarai motor dalam umurnya yang belum dianjurkan. Seperti pemandangan anak anak menggunakan motor di dataran tinggi, daerah pinggiran, daerah perkebunan, daerah pantai, slum area atau kawasan padat, lokasi tempat tinggal yang jauh dari akses transportasi, jarak sekolah, jarak bekerja, atau membantu orang tua. Namun ada juga yang menggunakan motor untuk balap liar. Sehingga menjadi cerita yang tak berujung, mulai menjadi korban atau kehilangan figur pengasuh utama akibat kecelakaan motor.

Disisi lain, fenomena mengendarai motor dalam jarak yang jauh, telah mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan, faktor kelelahan, melebihi kapasitas,yang masih selalu menjadi perhatian Kepolisian dalam tradisi mudik atau liburan panjang. Salah satu peserta MotoGP mengabadikan foto 3 penumpang motor yang disertai mengendong bayi, yang tentu menjadi foto yang sangat penting dan bermakna baginya.

Sebenarnya Indonesia terus berbenah dalam transportasi publik, membangun inftastruktur jalan yang akses dan membangun konektifitas transportasi, yang diharapkan dapat lebih banyak memindahkan pengguna motor ke transportasi publik.

Moto GP dan Anak Indonesia

Data Korlantas Polri menyatakan kecelakaan lalu lintas 2020 turun menjadi 100.028 peristiwa dengan 23.529 jiwa kematian. Jumlah kecelakaan berkurang selama pandemi. Namun yang jadi catatan, Kepolisian mengingatkan pengendara pemula yang rentan terlibat pelanggaran, kecelakaan dan kematian.

Baca Juga :  Pesan KPAI Kepada Pendamping Anak Vanessa Angel

Namun Indonesia tidak bisa terlepas dari motor, karena pilihan konektifitas transportasi yang lebih praktis adalah sepeda motor. Dengan didukung situasi letak geografis dan alasan lebih ekonomis. Yang menyebabkan motor jadi pilihan paling praktis dalam mendukung kehidupan.

Kecintaan Indonesia pada motor dibuktikan dengan apresiasi luar biasa kepada para pembalap Moto GP. Sejak mereka mengikuti berbagai even, sampai beraudiensi dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, dengan diikuti 19 pembalap. Suasana lebih meriah, saat Presiden melepas peserta Moto GP, yang langsung disambut ribuan motor. Bahkan sepanjang jalan masyarakat tumpah ruah. Para pebalap memang sudah mengira, mereka punya banyak penggemar disini. Dan itu terbukti dengan 60.000 tiket terjual.

Kalau boleh meminjam istilah klub vespa, mungkin suasana kemarin bisa di gambarkan menjadi satu kalimat, yaitu, “satu even MotoGP menyebabkan sejuta orang bersaudara” dengan kehadiran pembalap pembalap kelas dunia. Wajah mereka sudah lama terekam para penggemar dengan tos tos an, burn out, menyatakan begitu dekatnya mereka.

Dengan pemakainya yang mencapai 122 juta dan ditambah perhatian Presiden pada motor. Semakin menjelaskan bahwa Indonesia sebagai surga motornya dunia. Tentu hal ini menjadi pertanda baik untuk para talenta motor di Indonesia, terutama anak anak yang haus prestasi di tanah air melalui hobby motor sport. Untuk itu kerja pemerintah, bersama Pertamina dan promotor Dorna Sport sangat layak di apresiasi, karena mereka telah bekerja sangat keras sejauh ini.

Baca Juga :  KPAI Desak Polri Usut Meninggalnya 3 Anak Pada Kerusuhan 22 Mei

Momentum Pertamina Mandalika Street Circuit

Diluar kemeriahan MotoGP, kita masih sering menyaksikan anak anak yang sangat hobby otomotif, namun berada di luar lintasan balap. Mereka berada di jalanan dengan sebutan trek trek-an atau balapan liar. Namun sayangnya hobby tersebut tidak dilengkapi dengan keselamatan dan peraturan, sehingga yang lebih nampak korban jiwa dari balap liar dan gelapnya kejahatan jalanan.

Semoga dengan momentum Pertamina Mandalika Street Circuit, agenda MotoGP dan segala side eventnya, menjadi momentum dan merubah nasib balap liar. Bisa lebih mendekatkan mimpi anak anak di Balap liar untuk mendunia, sehingga balapan jalanan yang selama ini terjadi, dapat dipindahkan menjadi bakat yang terbina secara baik dan berkepanjangan.

Sekali lagi, dengan MotoGP, mari kita rubah paradigma penanganan balapan jalanan, menjadi prestasi yang membanggakan untuk anak Indonesia. Kenapa? Karena selama ini kita lebih mengkonsumsi negatifnya balap liar, padahal disana tersembunyi talenta talenta luar biasa, mulai terampil membawa motor alias jago balap, jago setting mesin atau mekanik terampil, jago akrobatik dengan motor dan jago modifikasi. Bahkan penemuan penemuan terbaru tentang mesin oleh anak anak, baik melalui jalur sekolah maupun komunitas otomotif.

Terakhir, mari kita berdoa dan memberi harapan terbaik kepada 5 anak yang mewakili Indonesia dalam ajang balap tersebut, Agar mereka bisa berdiri di podium kemenangan nanti. Mereka akan bertanding di balapan Moto3 dan Asian Talent Cup. Dengan rentang umur 13 sampai 17 tahun. Amin

Salam Senyum Anak Indonesia

Loading...