Dituding Penista Agama, Ade Armando Somasi Sekjen PAN

Dituding Penista Agama, Ade Armando Somasi Sekjen PAN
Dituding Penista Agama, Ade Armando Somasi Sekjen PAN Eddy Soeparno

HARIANNKRI.ID – Ade Armando secara resmi mengirimkan surat somasi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno yang menuding sebagai penista agama dan ulama. Tudingan tersebut diungkapkan Eddy dalam cuitan di akun twitternya pada 12 April 2022 lalu.

Somasi tersebut disampaikan Ade Armando melalui kuasa hukumnya, Habib Muannas Alaidid, SH, CTL dan Aulia Fahmi SH CLA melalui surat Somasi dari MA & A Muannas Alaidid & Associates tertanggal Kamis 14 April 2022. Habib Muannas menjelaskan, surat somasi tersebut sudah dikirimkan ke Eddy Soeparno melalui alamat DPP PAN dan sudah diterima dengan bukti surat tanda terima pada Kamis 14 April 2022 lalu.

Ia menuturkan, somasi tersebut berkaitan dengan cuitan Eddy Soeparno melalui akun twitternya @eddy_soeparno 12 April 2022,  19:06.

Baca Juga :  Sumber Daya Manusia Indonesia Tidak Dikelola Dengan Baik

“Saya mendukung pengusutan dan tindakan hukum kepada pelaku kekerasan terhadap AA, tapi saya juga mendukung tindakan hukum yang tegas kepada mereka yang menistakan agama dan ulama, termasuk AA.” Tulis Eddy Soeparno.

Kuasa Hukum Ade Armando Tegaskan Kliennya Bukan Penista Agama

Ia menegaskan, Ade Armando tidak pernah dinyatakan sebagai/berstatus tersangka dari pihak kepolisian terkait laporan dugaan penistaan agama.

“Laporan tersebut sudah dinyatakan SP3 oleh Polda Metro Jaya,” kata Habib Muannas dalam pernyataannya yang diterima hariannkri.id, Sabtu (16/4/2022).

Ia juga menambahkan, tidak pernah ada putusan Pengadilan yang menyatakan kliennya sudah diputus bersalah di Pengadilan.

Karena itu, lanjutnya, tim kuasa hukum Ade Armando menganggap cuitan Sekjen PAN itu mengarah pada dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong/hoax. Hal ini sesuai UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 14 dan Pasal 15. Cuitan Sekjen PAN itu yang diduga melakukan tuduhan dianggap oleh Tim Kuasa Hukum “merugikan dan membahayakan baik secara fisik dan mental Ade Armando”.

Baca Juga :  TNI AL Kini Miliki Tambahan Alutsista Dua Helikopter Bell 505

“Karena itu Tim Kuasa Hukum Ade Armando meminta Eddy Soeparno menghapus cuitan tersebut. Dan meminta maaf kepada Ade Armando melalui akun twitternya,” tegasnya.

Habib Muannas menekankan, tim kuasa hukum memberikan tempo 3×24 jam kepada Eddy Soeparno untuk melakukan isi somasi tersebut.

“Kalau tidak maka akan dilakukan gugatan/tuntutan baik pidana dan perdata,” tutupnya. (OSY)

Loading...