Cibir BRIN Teliti Minyak Goreng, Mantan Peneliti:  Lembaga Riset Kok Urusi Hal Kecil

Cibir BRIN Teliti Minyak Goreng, Mantan Peneliti:  Lembaga Riset Kok Urusi Hal Kecil
Mantan peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Dr. H. Mulyanto M. Eng, mencibir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melakukan penelitian tentang minat masyarakat menggunakan minyak goreng

HARIANNKRI.ID – Mantan peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Mulyanto mencibir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melakukan penelitian tentang minat masyarakat menggunakan minyak goreng. Selain menjatuhkan marwah lembaga riset negara, penelitian tersebut diindikasikan bermuatan politik.

Doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology, Jepang tahun 1995 ini menilai, penelitian tersebut tidak menarik dan terkesan dipaksakan. Ia berpendapat, hasil penelitian tersebut menunjukan BRIN tidak punya agenda prioritas dan strategis. Penelitian terkesan diarahkan untuk mencari pembenaran atau pemakluman atas klaim politik Dewan Pengarah.

“Ini yang kita khawatir dari awal tentang politisasi iptek. Dimana riset diarahkan untuk membenarkan atau mendukung klaim politik. Bila dibiarkan seperti ini lembaga riset akan mandeg dan tidak produktif. Karena itu dari awal saya tidak setuju, ketua dan anggota dewan pengarah dari parpol,” kata Mulyanto di Jakarta, Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga :  Dewan Pengarah BRIN Dijabat Ex-Officio DP BPIP, Tanda Lembaga Ilmiah Dipolitisasi?

Ia mengingatkan, lembaga riset harus bekerja di bawah metodologi yang ketat. Diuji oleh tim refery (penguji) yang andal serta dijalankan dengan proses yang independen. Sehingga hasilnya obyektif-rasional dan bermanfaat bagi masyarakat.

Terlebih, lanjutnya, lembaga riset mestilah selektif dalam memilih tema riset sesuai dengan agenda dan Prioritas Riset Nasional. Tidak terjebak pada isu-isu politik praktis, apalagi bersifat partisan.

“Dana riset yang terbatas ini perlu dikelola secara optimal, agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Apalagi di tahun politik, kegiatan lembaga riset negara harus netral. Jangan ngurusi hal-hal kecil apalagi bersifat partisan,” imbuhnya.

Mulyanto meminta Pemerintah mengembalikan kegiatan riset kepada khithohnya atau kepada tujuan dan metodelogi dasar agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan riset harus bersih dari agenda dan kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga :  Mulyanto: Berdayakan BPN dan Bulog Untuk Kelola Tata Niaga Minyak Goreng

“BRIN itu milik negara sehingga harus bekerja untuk kepentingan negara. Jangan reduksi eksistensi BRIN hanya untuk kepentingan kelompok tertentu,” tutup Mulyanto. (OSY)

Loading...