Reserse Adalah Genderuwo Bagi Penjahat

Reserse Adalah Genderuwo Bagi Penjahat
Ilustrasi artikel berjudul "Reserse Adalah Genderuwo Bagi Penjahat"

HARIANNKRI.ID – Meski dalam menjalankan tugasnya harus prosedural, petugas Reserse harus menjadi momok atau genderuwo bagi pelaku kejahatan. Tindakan tegas dan cepat diyakini akan memberikan efek jera bagi penjahat.

Saat apel pagi, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan arahan kepada personelnya, terutama petugas reserse. Ia mengingatkan, penegakan hukum di Jawa Tengah harus dilaksanakan secara tegas dan tepat.

Di sisi lain, penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar hukum. Penegakan hukum yang tegas akan memberikan dampak bagi penjahat untuk tidak berbuat macam-macam di Jawa Tengah. Bila kinerja polri khususnya fungsi reserse cepat dan segera ungkap, maka calon pelaku kejahatan akan berpikir seribu kali untuk melakukan aksinya.

Baca Juga :  Lonjakan  Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, Diduga Karena Klaster Wisata

“Fungsi reserse harus dapat menjadi ‘gendruwo’ (hantu) bagi para penjahat. Hal ini dapat terjadi bila penegakan hukum dilakukan secara cepat dan tegas,” kata Kapolda Jateng di halaman mapolda setempat, Senin (1/8/2022).

Ia pun meinta petugas reserse untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan sampai di mana saja. Jika ada bukti permulaan yang cukup, segera tahan dan periksa.

“Namun jangan hanya tangkap, yang terpenting adalah ungkap (kasus kejahatan),” imbuhnya.

Meski begitu, Kapolda menggarisbawahi bahwa penegakan hukum tidak boleh dengan cara melanggar hukum. Penegakan hukum bersifat prosedural namun harus diterapkan secara tegas.

“Meski langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan. Maka dari itu, penegakan hukum harus tegas tapi tidak dengan cara melanggar hukum,” tutup Kapolda Jateng. (OSY)

Baca Juga :  Kapolda Jateng Minta Masyarakat Lapor ke Website Ditreskrimsus Jika Diteror Pinjol Ilegal
Loading...