Hafizan Abbas Dipidana 3 Bulan Karena Drum, Magic Com dan Sarung

Hafizan Abbas Dipidana 3 Bulan Karena Drum, Magic Com dan Sarung

HARIANNKRI.COM –  Calon Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Dapil 1 partai PKB dengan nomor urut 1, Hafizan Abbas dipidana 3 bulan penjara karena menjanjikan akan memberikan materi lainnya saat melakukan kampanye tatap muka tanggal 13 Maret 2019. Vonis ini diberikan pada sidang pembacaan Putusan Pidana Pemilu, Selasa (7/5/2019) di Pengadilan Negeri Bengkalis, jalan Karimun nomor 12, Bengkalis Kota, provinsi Riau.

Hafizan Abbas dianggap melanggar pidana pemilu berdasarkan laporan dari masyarakat. Dalam kampanye tersebut sekitar pukul 20.15 WIB, Hafizan menjanjikan kepada peserta yang hadir. Berupa 1 buah drum air, 1 buah magic com dan 2 buah kain sarung untuk setiap rumah. Namun ia kepada peserta untuk memilih Hafizan Abbas sebagai caleg DPRD.

Baca Juga :  H Didis Alamsyah Siap Jadi Wakil Bupati Kepulauan Meranti

Atas kasus tersebut, Annisa Sitawati SH selaku ketua Majelis sidang ia menyatakan Hafizan Abbas terbukti bersalah. Berdasarkan Pasal 280 ayat 1 huruf J junto pasal 523 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2019. Tentang pemilihan umum yang menyatakan bahwa Pelaksana, Peserta Pemilu, dan Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu. Dengan kurungan pidana maksimal selama 2 tahun dan uang sebesar 24 Juta rupiah dengan subsider 1 bulan kurungan.

Atas putusan hakim, Aziun Asyaari sebagai PH Hafizan menyatakan pikir-pikir dahulu. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tohoda Naro, SH menyatakan banding kepada majelis sidang.

Menanggapi putusan hakim PN Bengkalis, Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan menyampaikan apresiasi kepada Sentra Gakkumdu kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Pendiri Rumah Milenial: Festival Lampion Diisi Generasi Milenial

“Saya mengapresiasi kinerja Sentra Gakkumdu Kepulauan Meranti. Mereka sangat produktif dalam penegakan hukum pemilu di Riau. Saat ini Sentra Gakkumdu Kepulauan Meranti merupakan Sentra Gakkumdu paling banyak mengajukan pidana pemilu yang sampai ke Pengadilan. Kita tidak pandang bulu, pokoknya siapapun yang melanggar akan kita tindak,” ujar Rusidi. (AMN)

Loading...