Aksi Bela Veteran 92 Tahun Yang Lahannya Diduga Dirampas PT BSSI

Aksi Bela Veteran 92 Tahun Yang Lahannya Diduga Dirampas PT BSSI
AMPPK Indonesia bersama AW Imam Efendi veteran berusia 92 tahun di depan Gedung Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2020)

HARIANNKRI.COM – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pencari Keadilan (AMPPK) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa Bela Veteran di depan Gedung Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2020) pukul 14:46 WIB. Mereka meminta Presiden Jokowi memanggil Menteri Kehutanan terkait masalah hak seorang veteran yang dikuasai secara sepihak oleh PT Bukit Batabuh Sei Indah (BBSI).

Korlap aksi Irawan A.H.M menyebut PT BBSI yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau telah melakukan perampasan tanah terhadap seorang veteran berusia 92 tahun yang bernama AW Imam Efendi. Tanah Imam Efendi seluas 25 hektar yang ditanami hasil kebun tercatat 3 kali secara sengaja telah dirusak oleh pihak PT BBSI. Alasannya tanaman tersebut berada pada lokasi tanah milik PT BBSI.

Baca Juga :  Ketum Perjosi: Ketua Dewan Pers Harus Minta Maaf ke DP Indonesia

“Padahal masalah ganti untungnya belum selesai, otomatis tanah tersebut masih milik pak Imam Efendi. Dan ini tidak hanya terjadi pada tanah beliau saja. Beberapa tanah kebun warga Talang Tujuh Buah Tangga juga mengalami hal yang sama,” kata Irawan A.H.M.

610X200 HUT Kapuas
700 Covid Hariannkri

Ia menegaskan, aksi Bela Veteran ini meminta agar Presiden mencabut izin usaha PT BBSI. AMPPK juga meminta agar hak tanah rakyat Talang Tujuh Buah Tangga Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau dikembalikan.

“Rakyat minta ganti untung. Lahan rakyat yang saat ini dirampas paksa agar segera dibayarkan. Kami juga meminta Presiden untuk menghentikan aktivitas PT BBSI, hingga permasalahan ini clear. Kasihan rakyat, kasihan pak Imam Efendi yang telah berjuang untuk Indonesia. Di usia beliau yang 92 tahun ini jasanya tidak hanya dilupakan, tapi juga pemerintah tidak melakukan apa-apa saat hak pahlawan kita ini dirampas oleh PT BBSI,” tegas Irawan. (JHN)

Baca Juga :  Dilema Hukuman Mati Pelaku Korupsi. Opini Ummu Fara
700 Covid Hariannkri
Loading...