PP Muhammadiyah Lantik Muhammad Ali Jadi Rektor UM Sorong

PP Muhammadiyah Lantik Muhammad Ali Jadi Rektor UM Sorong
Penandatanganan berita acara dan penyerahan SK oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Manut Pratikno SPd kepada Rektor Baru UM Sorong, Dr H Muhammad Ali MM MH, Sabtu (18/4/2020).

HARIANNKRI.COM – Meski diwarnai aksi penolakan dan pemalangan kampus, Majelis Pendidikan Tinggi (MPT) PP Muhammadiyah tetap melantik Dr H Muhammad Ali MM MH sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Sorong periode 2020-2024, menggantikan Dr. Hermanto Suaib MM, Sabtu (18/4/2020).

Pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan SK oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Manut Pratikno SPd kepada Rektor Baru UM Sorong, Dr H Muhammad Ali MM MH. Acara pelantikan Rektor UMS yang berlangsung di Swissbelhotel Sorong, dihadiri belasan orang, salah satunya Dekan di UM Sorong, Kamaluddin.

Pelantikan berlangsung sangat sederhana dan terbatas tersebut memang sengaja hanya mengundang 12 orang. Mengingat adanya kebijakan pemerintah pusat maupun daerah terkait physical and social distancing. Dikarenakan keterbatasan tersebut, Muhammad Ali meminta maaf kepada seluruh elemen. Baik masyarakat, Forkopimda seProvinsi Papua Barat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat.

610X200 HUT Kapuas

“Karena kondisi wabah Covid-19 dan juga adanya ketentuan dari pemerintah tidak diizinkan perkumpulan massa yang banyak, saya memohon maaf tidak mengundang. Dan atas asas kepatuhan terhadap peraturan pemerintah, semoga masyarakat memahami. Dan Insha Allah saya berjanji hanya meneruskan kebijakan rektor sebelumnya karena saya bisa diamanahi,” jelasnya kepada wartawan, Minggu, (19/4/2020).

Kepada Dr. Hermanto Suaib MM selaku rektor sebelumnya dan sebagai orang tua yang memberikan banyak bekal, Ali mengatakan apa yang diamanahkan kepada dirinya selaku rektor baru sesuai dengan SK Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2020-2024 adalah atas jasa DR Hermanto Suaib MM. Ia telah mengusulkan dirinya menjadi rektor di UM Sorong.

Baca Juga :  MS Alhaidary SH MH: Tidak Ada Dua Yayasan, Yang Ada Hanya YPIM

“Usai pelantikan ini, saya akan melakukan langkah-Iangkah yakni konsolidasi internal. Untuk meneruskan program rektor sebelumnya sebab di dunia perguruan tinggi telah ditetapkan program rutinitas. Kedua, sosialisasi dan konsolidasi kepada seluruh elemen masyarakat khususnya pemerintah dan TNI/Polri. Atas amanah sebagai pimpinan baru di UM Sorong,” ucapnya.

Ketiga, dia mengajak seluruh civitas akademika UM Sorong untuk bersama-sama membuat terobosan baru. Dengan situasi wabah seperti ini yang tidak memungkinkan untuk beraktifltas seperti biasanya. Dan langkah selanjutnya akan diatur setelah dirinya usai melakukan tiga perencanaannya tersebut.

700 Covid Hariannkri

Ditanyai terkait polemik yang sedang terjadi di lingkungan UM Sorong, Ali mengatakan dirinya sangat memahami terkait polemik tersebut dan menurutnya mekanisme prosedur dalam suksesi pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia mungkin belum semua memahami bahwa pemilihan pimpinan perguruan tinggi di Muhammadiyah sudah ada aturan bakunya.

“Yakni mulai dari usulan oleh Senat Universitas Muhammadiyah atau institute maupun sekolah tinggi atau akademik dan yang diusulkan aturannya minimal 3 orang dengan status yang sama dan hak yang sama. Kemudian, yang diusulkan oleh Senat itu adalah hasil kesepakatan atau musyawarah senat,” katanya.

Baca Juga :  Buntut Pergantian Rektor UM Sorong, PP Muhammadiyah Dituntut Ganti Rugi 150 M

Setelah itu lanjut Ali, adanya pertimbangan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang memberikan masukan-masukan dan hasilnya akan diteruskan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Dikti. Majelis ini akan memberikan pertimbangan kepada DPP Muhammadiyah berdasarkan urut abjad nama.

“Yang menilai adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tentunya harus melalui diskusi terlebih dahulu dan keputusan akhirnya diamanatkan kepada saya. Dan siapapun yang terpilih diamanahi, harus bersedia melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” jelasnya.

Kepada seluruh pimpinan dan staf, pegawai, senat, dosen dan para alumni UM-Sorong, Ali menyampaikan permohonan dukungan kepada eleman masyarakat khususnya civitas akademika UM-Sorong karena proses untuk pemilihan rektor telah dilalui sesuai prosedur yang ada.

Sementara itu, mantan rektor UMS, Dr Hermanto Suaib MM yang dihubungi melalui telepon seluler, enggan memberikan komentar soal pelantikan DR H Muhammad Ali MM MH sebagai Rektor UM Sorong menggantikan dirinya. Hermanto hanya mengatakan ia sedang tidak melawan siapa-siapa.

Seperti masyarakat lainnya, yang dilawan saat ini adalah virus Covid-19,” singkatnya. (suaramerdeka.id)

700 Covid Hariannkri
Loading...