Tertimpa Pohon Tumbang, Bangunan PT PLN di Kampung Fafanlap Rusak

Tertimpa Pohon Tumbang, Bangunan PT PLN di Kampung Fafanlap Rusak
Bangunan PT PLN di kampung Fafanlap yang tertimpa pohon durian, Jumat (10/7/2020)

HARIANNKRI.COM – Warga Kampung Fafanlap Distrik Misool Selatan Kabupaten Raja Ampat secara bergotong royong membersihkan bangunan PT PLN yang tertimpa pohon tumbang. Tumbangnya pohon tersebut berawal dari hujan dan angin yang menguyur Misool Selatan dan sekitarnya sejak Jumat (10/7/2020) dini hari hingga pagi.

Hujan dan angin yang sangat kencang mengabikatkan tanah longsor bersama dengan pohon durian yang berada di atasnya. Akibatnya, pohon tersebut menimpa bangunan PLN yang berada di bawahnya sehingga mengalami kerusakan.

Kepada media Sabtu pagi, salah satu tokoh pemuda kampung Fafanlap, Harun Loji mengabarkan kabar rusaknya bagunan tersebut. Ia mengatakan akibat dari hujan dan angin pohon tumbang sehingga bangunan mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Kepala OPD Se Kota Padangsidimpuan Tandatangani Perjanjian Kinerja

“Kondisi bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah akibat tertimpa pohon durian. Dimana saat itu keadaan cuaca angin yang cukup kencang. Hingga berakibat pada tumbangnya pohon durian” ucap┬ásalah satu tokoh pemuda kampung Fafanlap, Harun Loji kepada awak media, Sabtu (11/7/2020).

Ia menambahkan bahwa masyarakat kampung setempat bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang menimpa bangunan tersebut.

“Paska kejadian itu masyarakat kampung Fafanlap pada pagi hari berdatangan untuk bersama – bersama membersihkan material pembangunan yang rusak dan juga pohon yang tumbang,” tambahnya.

Harun menjelaskan bahwa kejadian tersebut berdampak pada penerangan yang merupakan kebutuhan utama masyarakat setempat.

“Kejadian ini tentu berdampak pada penerangan kampung. Sebagai salah satu kebutuhan masyarakat kampung Fafanlap” jelasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Adat dan Karyawan Lokal Palang PT Gag Nikel

Menurut Harun, kejadian ini tentunya merupakan musibah bencana alam, maka diharapkan pemerintah melalui pihak terkait segera memperbaiki, agar bangunan tersebut dapat difungsikan kembali.

“Oleh karenanya diharapkan pada para pihak terkait agar dapat menyelesaikan pembangunan yang sudah rusak. Agar masyarakat kembali menikmati penerangan seperti sediakala. Kejadian ini tentu dianggap sebagai musibah bencana alam,” tutup Harun Loji. (HSG)

Loading...