Oknum ASN Raja Ampat Diduga Ancam Ketua Tim AFU-ORI di Kampung Biga

Oknum ASN Raja Ampat Diduga Ancam Ketua Tim AFU-ORI di Kampung Biga
Kampung Biga Distrik Misool Barat Kabupaten Raja Ampat

HARIANNKRI.ID – Diduga karena ada dendam politik karena perbedaan pilihan saat pilkada, seorang oknum ASN Raja Ampat diduga mengancam Yohanis Samigita, warga kampung Biga Distrik Misool Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Yohanis adalah Ketua Tim AFU ORI (Abdul Faris Umlati- Orideko Irianto Burdah), calon tunggal pada Pilkada Raja Ampat.

Yohanis Samagita menjelaskan, ia ditunjuk sebagai ketua team pemenangan AFU – ORI Berdasarkan SK Nomor : 20.1/SKep/RUMAH KOALISI/FARIS-ORI/2020. Tentang Struktur dan Komposisi Tim Pemenangan Kampung Biga Distrik Misool Barat Calon Bupati dan Wakil Bupati ABDUL FARIS UMLATI, SE DAN ORIDEKO I BURDAM, S.IP, MM, M.Ec. Dev Kabupaten Raja Ampat Periode 2020-2025.

Kepada hariannkri.id, ia menuturkan dirinya mendapat ancaman pada saat menjelang pergantian tahun baru tanggal 31 Desember 2020 di kampung biga dari YD. ia mengungkapkan bahwa dirinya akan dianiaya menjelang pelantikan bupati raja Ampat yakni (AFU-ORI).

Baca Juga :  Kabupaten Kapuas Gelar Jagau Linga dan Bawi Kameluh Pariwisata 2020

“Saya diancam akan dipukul pada saat nanti pelantikan Bupati AFU-ORI. Paman (sebutan akrab YD-red)  bilang, nanti pelantikan saya turun lewat Sorong, saya dapat pukul di Pelabuhan Sorong” kata Yohanis di kampung Biga, Selasa (5/1/2021).

Lanjut pria yang akrab dipanggil Om Anis ini, YD adalah seorang oknum ASN tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Biga. Ia sangat menyayangkan, seorang ASN yang seharusnya memberi contoh dalam kehidupan berdemokrasi, justru sebaliknya.

Om Anis mengatakan, dukungan yang ia berikan pada pilkada serentak tahun 2020 adalah hak politiknya. Lagi pula, menurutnya, pilkada telah selesai. Saat ini yang harus dilakukan semua warga adalah bersatu kembali sebagai warga masyarakat kampung Biga yang utuh.

“Saya perjuangkan AFU karena dia calon tunggal dan AFU masih aktif sebagai kepala daerah. Dan ini pemilu sudah selesai. Jangan lagi ada dendam. Kitong ini bukan orang lain, kita ini bakusudara,” ujar Mm Anis.

Baca Juga :  Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Terima Bantuan Dari Anggota DPR RI Ary Egahni dan Bupati Kapuas

Senada, Hiskia Samagita selaku anak terpelajar asal kampung Biga sangat menyayangkan perlakuan tak terpuji yang diduga dilakukan YD. Terlebih lagi, YD adalah ASN yang berlatar belakang pendidikan D3 Ilmu Kesehatan.

“Jika dugaan ini benar, maka perlakuan oknum ASN ini sangat disayangkan. Apalagi sampai mengancam warga masyarakat. Hal ini tentu keluar dari koridor aturan ASN. Dimana salah satu tugas ASN adalah mampu menciptakan lingkungan yang aman dan tentram demi terciptakan suatu kondisi yang kondusif,” kata Hiskia melalui sambungan selular, Jumat (8/1/2021).

Hiskia mengingatkan, apa yang diduga dilakukan YD ini adalah suatu perbuatan yang bertentangan dengan undang-undamg nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

“Pasal 5 Ayat 2 Huruf h Kode Etik dan Kode Perilaku. Yang mengatur perilaku agar pegawai ASN menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya,” pungkasnya. (OSY)

Loading...