Dewan Adat Distrik Konhir Palang Jalan dan Kantor Distrik

Dewan Adat Distrik Konhir Palang Jalan dan Kantor Distrik
Warga Distrik Konhir saat melakukan pemalangan Kantor Distrik, Rabu (24/2/2021)

HARIANNKRI.ID – Dewan Adat Distrik Konhir melakukan aksi pemalangan jalan utama dan Kantor Kepala Distrik Konhir Kabupaten Sorong Papua Barat. Aksi ini juga diikuti oleh masyarakat, pemuda dan mahasiswa yang ada di distrik tersebut.

Menurut Wakil Ketua Dewan Adat Distrik Konhir Piter Koso, pemalangan yang dilakukan dewan adat bersama masyarakat dan mahasiswa tersebut buntut dari dilantiknya Kepala Distrik Konhir yang baru oleh Bupati Sorong. ia menuturkan, Kepala Distrik yang diangkat dianggap tidak sesuai dengan keinginan masyarakat setempat.

Pemalangan Jalan yang menghubungkan kampung Mlaswor distrik Konhir dengan distrik Klabra kabupaten Sorong dilakukan pada Selasa (23/2/2021). Pantauan media, pukul 22:50 WIT warga terlihat berkerumun di tempat Pemalangan tersebut. Pemalangan yang dilakukan berupa pohon besar yang ditumbangkan ke jalan utama

Piter Koso mengatakan, pemalangan yang dilakukan oleh pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Ia mengaku, pemalangan yang dilakukan hanya untuk menuntut hak.

“Kami dari Dewan Adat Distrik Konhir. Kami tidak menyinggung siapa-siapa. Tetapi kami menuntut hak kami yang ada di distrik Konhir, karena hak kami ini,” ucap Piter Koso di lokasi, Rabu (24/2/2021) pagi.

Ia menegaskan, apa yang dilakukan oleh pihaknya ini bertujuan agar pemerintah memperhatikan hak adat yang ada di wilayahnya. Sehingga pemerintahan yang nantinya berjalan sesuai dengan yang Dewan Adat harapkan.

Baca Juga :  Perum Damri Sorong Keluhkan Rencana Pengerjaan Aspal Tanjakan Gunung Della

“Tujuan ini yang harus kami minta, karena hak kami ini. Hak kekeluargaan yang kami harus minta. Siapapun orangnya, siapapun pemimpinnya, tetapi harus dikembalikan kepada kami. Kami orang Konhir dengan tertindas, dengan kekurangan dengan ketidak mampuan. Hak harus dikembalikan untuk kami sendiri yang pimpin, agar berjalan sesuai dengan hak kami,” kata Piter.

Sementara itu, tokoh adat pribumi Masyarakat Distrik Konhir Yakop Lobat menambahkan, yang menjadi permintaan dari tokoh adat Konhir adalah pemerintah seharusnya mengangkat anak asli Konhir untuk menjadi Kepala Distrik di wilayahnya sendiri.

“Kami minta anak asli Konhir sendiri yang diangkat menjadi Kepala Distrik. Agar memimpin distrik Konhir lebih baik kedepan. Karena distrik Konhir ini kami punya hak. Walaupun aturan Negara kami tidak tahu, tetapi aturan adat kami yang pahami. Dan kami yang bertanggung jawab dengan diangkatnya anak asli distrik Konhir sebagai Kepala Distrik,” beber Yakob Lobat.

Yakop berujar, bahwa apa yang dimaksudkan oleh pihak adat adalah demi menjaga budaya di wilayah itu sendiri. Agar pemerintah dengan adat seiring sejalan demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Konhir yang lebih baik

“Salah satu dari anak putra daerah supaya perhatikan semua untuk kami berapa suku, berapa marga di sini. Kalau mau angkat orang dari luar datang disini bicara adat, apakah dia tahu kita punya aturan itu (adat red). Kami harap pihak pemerintah datang dan memberikan penjelasan kepada kami,” tutup Yakop.

Baca Juga :  Jalan Kawasan Ekonomi Khusus Kabupaten Sorong Rusak Parah
Dewan Adat Distrik Konhir Palang Jalan dan Kantor Distrik
Pemalangan jalan yang dilakukan warga setempat, Rabu (24/2/2021)

Hal senada juga disampaikan Ketua Pemuda dan Mahasiwa Tingkat Distrik Konhir, Melkianus Mlasmene. Menurutnya, terkait pelantikan Kepala Distrik, pihak adat dan juga mahasiswa telah menyampaikan kepada pemerintah kabupaten Sorong, untuk melantik kepala distrik yang sesuai dengan keinginan masyarakat adat.

“Kami masyarakat Distrik Konhir menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sorong, dalam hal ini Bupati Kabupaten Sorong. Untuk segera merevisi kepala Distrik yang baru. Yang dilantik tampa sepangetahuan kami dengan secara sepihak. Dan segara mengangkat Yehud Gisim, SE sebagai Kepala Distrik Konhir yang baru. Karena pak Yehud Gisim adalah anak kami, anak asli Distrik Konhir,” kata Melki sapaan Melkianus Mlasmene.

Lanjut Melki, sebagai tokoh intektual muda Konhir, dirinya bersama mahasiswa, pemuda dan Dewan Adat Distrik Konhir tetap menolak kebijakan Bupati Sorong terkait diangkatnya Kepala Distrik yang baru.

“Untuk itu atas nama mahasiswa Distrik Konhir. Menolak dengan tegas kebijakan sepihak yang dilakukan pemerintah kabupaten Sorong dalam melantik Kepala Distrik Konhir yang baru,” tutupnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Sorong belum bisa dikonfirmasi. (HSG)

Loading...