Polres Kebumen Sosialisasikan Penerimaan Polri 2021, Ini Persyaratannya

Polres Kebumen Sosialisasikan Penerimaan Polri 2021, Ini Persyaratannya
Polsek karanggayam Sosialisasikan penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2021 di desa Kebakalan, Rabu (10/3/2021)

HARIANNKRI.ID – Polres Kebumen mulai mensosialisasikan Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2021. Sosialisasi ini digelar untuk memotivasi putra daerah untuk mempersiapkan diri sejak dini.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubag Humas Polres Iptu Tugiman mengungkapkan sosialisasi digelar untuk menjaring minta warga masyarakat mengikuti seleksi. Sosialisasi dari tingkat Polres hingga Polsek ini digelar secara masif agar masyarakat yang akan mengikuti seleksi mempersiapkan diri jauh hari.

“Informasi terakhir, tahun ini tetap akan diselenggarakan seleksi penerimaan Polri, baik calon Bintara, Tamtama maupun Akpol. Tapi pengumuman resmi masih kami tunggu,” jelas Iptu Tugiman, Rabu (10/3/2021).

sosialisasi penerimaan anggota Polri oleh Polres Kebumen kali ini, diselenggarakan oleh Polsek Karanggayam di Desa Kebakalan. Para perangkat desa yang memiliki putra-putri yang memenuhi syarat agar dimotivasi ikut seleksi dan berlatih sejak dini.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban Hilang Musibah Longsor Padureso

“Untuk lebih lengkapnya, persyaratan bisa dilihat di website resmi penerimaan Polri,” ujar Iptu Tugiman.

Masyarakat yang akan mempersiapkan diri bisa membuka laman resmi penerimaan Polri di https://penerimaan.polri.go.id/.

Para calon peserta bisa mengetahui syarat masuk penerimaan anggota Polri. Diantaranya:

  1. Pendidikan paling rendah SMU/sederajat serta berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri).
  2. Belum pernah menikah secara hukum positif, agama, adat, belum pernah hamil ataupun melahirkan, belum memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan.
  3. Peserta tidak bertato ataupun bekas tato dan tidak ditindik, bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama serta adat.
  4. Peserta berdomisili paling sedikit 2 tahun pada saat buka pendidikan di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, kecuali calon peserta Bintara Kompetensi Khusus tidak berlaku ketentuan domisili, apabila terbukti melakukan duplikasi, pemalsuan, rekayasa akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Baca Juga :  Kapolres Kebumen Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Kebumen

Selain itu, Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan jasa orang dalam ataupun sogokan berupa uang pelicin agar lolos seleksi. Jika terbukti menggunakan cara-cara tersebut, peserta akan langsung didiskualifikasi. (OSY)

Loading...