Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Momentum Menjaga Semangat Ramadhan. Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten).
Barang siapa berpuasa di Bulan Ramadhan, kemudian ia ikuti enam hari puasa di bulan Syawal. Maka ia akan mendapatkan pahala seperti puasa setahun penuh. (HR Muslim)
Menjaga semangat ramadhan agar tetap hidup dalam sanubari kita sangat perlu.
Pasca Idul Fitri kita tidak boleh larut dalam “kebebasan” makan minum seperti bulan-bulan selain ramadhan.
Justru pasca Idul Fitri, jiwa semangat ramadhan harus menjadi warna kuat dalam diri kita. Yaitu kita harus bisa mengendalikan “hawa napsu” dan memiliki kemampuan mengelola “emosi” agar tetap dalam kendali kita sebagai Tuan dari diri kita sendiri.
Indikator keberhasilan kita dalam menjalankan “training Ramadhan”, ketika kita mampu menjadi diri sendiri atau menjadi tuan dari diri kita sendiri sebagai hamba Alloh.
“Hawa Napsu”, “Emosi”, “Ego”, “perasaan negatif”, “pikiran negatif”, “Rasa Malas, atau merasa lebih dari yang lain, bisa kita kendalikan dan bisa kita pimpin dalam penguasan kita sebagai tuannya agar tidak melakukan kerusakan dari diri kita dan orang lain. Maka itu sesungguhnya merupakan indikator nyata keberhasilan kita dalam mengikuti “training ramadhan”.
Bila kita menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan dengan benar, saya percaya hasilnya nyata dalam diri kita. Bahwa janji Alloh kita akan menjadi manusia yang bertaqwa merupakan keyakinan yang nyata.
Saya percaya prosesi Ibadah Puasa Sebulan Penuh pada bulan Ramadhan akan memiliki atsar yang kuat untuk kita sebagai bekal menjalani kehidupan sebelas bulan setelahnya.
Alangkah indahnya bila kehidupan kita sebelas bulan selanjutnya sama berkualitasnya dengan di bulan ramadhan? Siapa yang tidak menginginkan mendapatkan malam Lailatul Qodr seperti di bulan Ramadhan? Siapa pula yang tidak menginginkan bisa beribadah seperti ketika bulan ramadhan?
Tentu saja, saya yakin kita semua pasti mau setiap bulan adalah bulan ramadhan. Setiap hari adalah hari jumat.
Lalu apa yang mesti kita lakukan agar kita bisa mendapatkan “pahala” puasa setahun penuh?
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian ia ikuti enam hari puasa di bulan syawal, maka ia akan mendapatkan pahala seperti puasa setahun penuh”, (Alhadits Imam Muslim).
Itu baru pahalanya yang sudah dijamin oleh Alloh swt. Yang paling penting sebenarnya adalah semangat ramadhan harus tetap menyala selama sebelas bulan selanjutnya.
Untuk itulah, para leluhur kita dulu dengan bijak mengajarkan kepada kita agar bisa menjaga spirit Ramadhan dengan melanjutkan melaksanakan puasa sunnah enam hari pasca idul fitri, kemudian ditutup dengan “ritual” lebaran ketupat.
Alhamdulillah tradisi itu hingga kini masih tetap lestari di tatar nusantara kita ini.
InsyaAlloh, Idul Fitri merupakan moment kebangkitan kemanusiaan kita sebagai Hamba Alloh. Dan Indonesia akan menjadi Negara Yang Adil dan Makmur seperti yang kita panjatkan dalam doa kita sehari-hari. Amiin.







