Abu Bakar Alhamid Klaim Data Kependudukan Raja Ampat Sudah Valid

Abu Bakar Alhamid Klaim Data Kependudukan Raja Ampat Sudah Valid
Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Raja Ampat Abu Bakar Alhamid menyatakan data agregat kependudukan di wilayahnya sudah valid

HARAINNKRI.ID – Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Raja Ampat, Abu Bakar Alhamid menjelaskan bahwa data kependudukan di wilayahnya sudah valid. Data yang dimiliki merupakan data yang valid berdasarkan By Name, By NIK, By Address.

Demikian dikatakan Abu Bakar menanggapi beredarnya kabar ketidakvalidan data kependudukan versi Dinas Kependudukan Kabupaten Raja Ampat. Ia menjelaskan, jika warga yang belum memiliki KTP silahkan datang ke kantor untuk divalidasi atau entri data terbaru.

“Data kita itu data yang valid berdasarkan by name by NIK by address. Jadi kalau warga masyarakat yang belum punya KTP sama sekali, silahkan yang bersangkutan datang menghadap kita. Kita langsung validasi datanya atau entri data baru. Selama ini kita tidak bisa mengarang-ngarang penduduk. Tidak bisa, tidak boleh,” ucap Abu Bakar melalui sambungan telepon, Minggu (17/4/2022) malam.

Abu Bakar Alhamid menjelaskan bahwa data penduduk yang saat ini dibicarakan, pihaknya sudah menyampaikan melalui forum resmi. Bahwa data yang ada merupakan Data Konsolidasi Bersih (DKB).

“Dan itu (terkait data kependudukan-red) saya sudah sampaikan di forum resmi. Bahwa data kita itu data DKB (Data Konsolidasi Bersih-red). Data yang benar-benar sudah valid berdasarkan by name, by NIK, by address,” bebernya.

Baca Juga :  Usai Tahun Baru 2021, Pemda Raja Ampat Evaluasi Tenaga Honorer

Data Kependudukan Raja Ampat dan Data Pemilih

Abu Bakar menyarakan agar simpatisan partai politik untuk merangkul masyarakat yang menjadi simpatisannya agar langsung mendatangi kantor setempat untuk dilakukan entri data baru. Pihaknya diklaim tidak pernah berpihak kepada siapapun, sebab menurutnya semua punya hak yang sama.

“Jadi simpatisan partai politik silahkan merangkul masyarakat. Kita juga turun lapangan. Bilamana orang itu belum punya KTP kita langsung entri data baru. Untuk partai politik kita tidak boleh memilah-milah. Semua punya hak yang sama,” lanjut Kepala Dinas Dukcapil Raja Ampat ini.

Lebih lanjut dijelaskan Abu Bakar Alhamid, bahwa pihaknya menjamin bahwa tidak mengada-ngada terkait data penduduk. Silahkan datang ke kantor agar datanya di entri.

“Jadi kita tidak bisa karang-karang (mengada-ngada red) data. Masyarakat silahkan datang ke kantor, kalau datanya masih ada di daerah lain, kita tarik ke Raja Ampat. Tapi kalau datanya masih kosong, kita langsung entri datanya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bappeda Raja Ampat Bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Gelar Bimtek

Ia menegaskan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Raja Ampat pada prinsipnya melayani masyarakat yang datang ke kantor dengan baik. Karena Dukcapil merupakan layanan publik yang perlu melakukan pelayanan dengan baik terhadap warga masyarakat yang datang.

“Jadi kita di kantor punya prinsip bersama staff, bahwa jangan kita menyusahkan masyarakat. Kita berusaha melayani masyarakat dengan baik dan membahagiakan masyarakat,” kata Abu Bakar.

Terkait data pemilih, Ia menjelaskan bahwa KPU Pusat telah melakukan MoU dengan Dirjen Kependudukan Pusat. Pemerintah daerah melalui dinas kependudukan hanya melakukan data terkait pemilih pemuda dan kepindahan penduduk untuk selanjutkan dilaporkan ke pemerintah pusat melalui dirjen kependudukan.

“Mengenai data itu (data pemilih-red), KPU Pusat  MOu dengan Dirjen kependudukan pusat. Nanti data-data pemula (Pemilih pemula-red) kemudian yang belum rekam atau pindah penduduk, baru kita yang melaporkan ke pusat,” tutupnya. (HSG)

Loading...