Habib Ali Alhabsy Klaim Tidak Ada Kekerasan Terhadap Jurnalis di Makam Botoputih

Habib Ali Alhabsy Klaim Tidak Ada Kekerasan Terhadap Jurnalis di Makam Botoputih
Habib Ali Alhabsy (baju putih) mengklaim tidak terjadi kekerasan terhadap jurnalis di Makam Botoputih jalan Pegirian Surabaya pada Minggu (29/5/2022)

HARIANNRI.ID – Tokoh agama Habib Ali Alhabsy mengaku tidak terjadi kekerasan terhadap jurnalis beritarakyat.co.id S Ade Maulana di Makam Botoputih jalan Pegirian Surabaya pada Minggu (29/5/2022) lalu. Dugaan itu muncul hanya karena persespi Ade yang didasari atas asumsi pribadi belaka.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Ali Alhabsy kepada hariannkri.id melalui pesan suara, Jumat (3/6/2022). Nama tokoh agama ini disebut-sebut terlibat dalam dugaan kekerasan terhadap jurnalis yang menginisiasi sejumlah beberapa organisasi wartawan menggelar demo di depan Mapolrestaber Surabaya, Senin (31/5/2022) lalu.

Tokoh agama ini mengaku menghormati penyampaian aspirasi para wartawan yang menggelar aksi damai terkait dugaan kekerasan terhadap jurnalis. Ia menyadari bahwa menyampaikan pendapat di muka publik adalah hak warganegara yang dilindungi Undang-Undang.

“Kalau persoalan demo, karena negara ini adalah negara demokrasi. Semua orang berhak menyampaikan pendapat,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis 9 Tahun Belum Inkracht, Oknum Kejari Surabaya Bermain?

Habib Ali Alhabsy: Tidak Ada Kekerasan Terhadap Jurnalis di Makam Botoputih

Namun ia menekankan, hal lain jika penyampaian aspirasi tersebut didasari atas pernyataan Ade maulana yang mengaku dipersekusi. Kemudian massa aksi juga mendesak pihak kepolisian untuk memproses pernyataan Ade yang mengaku mendapatkan persekusi. Ia mengingatkan bahwa penegakan hukum tidak didasari atas asumsi.

“Kalau materinya adalah Ade merasa dipersekusi dan mendorong polisi untuk memproses persoalan hukum, ini yang perlu dipertanyakan. Negara ini bukan berdasarkan asumsi. Dan negara ini bukan milik segelintir orang. Yang bisa dengan asumsinya mendorong-dorong penegak hukum untuk melaksanakan proses hukum sesuai dengan kemauannya,” tegasnya.

Habib Ali Alhabsy menekankan, pada saat itu, di Makam Botoputih, ada beberapa orang yang diklaimnya mengetahui kejadian sebenarnya. Dua orang tersebut adalah Alif Bintang seorang wartawan surat kabar harian Memorandum dan Kanit Reskrim Polsek Simokerto AKP Ketut Redana. Tidak mungkin di depan dua orang tersebut terjadi kekerasan terhadap jurnalis.

Baca Juga :  PP Pemuda Muhammadiyah Yakin Ahmad Fanani Berjiwa Satria

“Mas Bintang Memorandum juga ada di lokasi. Bahkan ada penegak hukum juga di lokasi. Ada Bapak Kanit Reskrim Polsek Simokerto dan jajarannya. Gimana ada persekusi disitu,” tegas Habib Ali Alhabsy.

Ia pun meminta Alif Bintang yang juga seorang jurnalis untuk bersuara terkait apa yang teradi saat itu di Makam Botoputih. Diyakininya, seorang wartawan sekelas Alif Bintang pasti akan jujur bercerita.

“Cobalah, katakan mas Bintang juga sebagai wartawan. Kebenaran itu juga harus ditegakkan. Saya yakin mas Bintang juga punya hati nurani. Apakah benar kemarin terjadi persekusi,” tutupnya. (OSY)

Loading...