Ternyata Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya Juga Merayakan Maulid

Ternyata Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya Juga Merayakan Maulid
Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya Juga Merayakan Maulid. Opini Muhammad Subair

Ternyata Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya Juga Merayakan Maulid. Oleh: Muhammad Subair, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari.

Hari-hari ini kalau kita membuka medsos, selalu menjumpai artikel yang narisinya selalu mengcounter dan menegasikan perayaan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Ada beberapa kisah yang ingin kami ilustrasikan. Semoga bisa menjadi obat agar kita bisa menerima dan dengan ikhlas ikut berpartisipasi merayakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Suatu ketika Rasulullah SAW, keluar dari rumahnya kemudian beliau ingin berjumpa dan bertemu dengan para sahabat-sahabatnya. Beliau langsung pergi menuju masjid ketika Rasulullah SAW, tiba di masjid, beliau kemudian menemukan para sahabat sedang duduk-duduk di masjid. Pertanyaannya apa yang mereka lakukan di masjid? Ternyata mereka sedang berzikir mengingat Allah SWT. Kemudian Rasulullah SAW, bertanya kepada mereka para sahabat sedang apa kalian di sini? Mereka menjawab Ya Rasulullah Kami sedang memuji dan bersyukur kepada Allah SWT, atas hidayah Islam. Dan atas karena Baginda diutus oleh Allah SWT, kepada kami.

Rasulullah SAW, kemudian mengatakan apa benar kalian duduk-duduk di sini untuk tujuan itu? Kata para sahabat benar Ya Rasulullah tidak ada tujuan kami duduk-duduk di sini terkecuali kami memuji dan bersyukur karena Allah SWT yang telah mengutus Baginda kepada kami.

Kemudian Rasulullah SAW, menjawab kalau itu benar maka ketahuilah wahai para sahabatku. Saya baru saja didatangi oleh malaikat Jibril dan malaikat Jibril mengatakan kepadaku. Katakanlah Khai Muhammad kepada para sahabatmu bahwa Allah SWT, sedang berbangga di hadapan malaikatnya karena perbuatan kalian ini.

Baca Juga :  Bocor, Situs Kadipaten Tua yang Masih Misterius

Merayakan Peringatan Maulid Rasulullah SAW

Sesungguhnya kalau kita membandingkan apa yang dilakukan para sahabat itu, hal ini tidak berbeda banget dengan apa yang sedang kita lakukan sekarang dengan apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita setiap tahunnya mereka merayakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, karena itu kita bisa mengatakan bahwa sebenarnya perayaan Maulid itu sudah pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, dan para sahabatnya.

Karena itu tadi, mereka memiliki program khusus duduk-duduk di masjid berdzikir memuji Allah karena mereka sangat bersyukur, Nabi Muhammad SAW, telah diutus kepada mereka.

Jadi sesungguhnya kalau kita sedikit saja merenung dan tidak perlu berpikir terlalu mendalam dari kisah itu sebenarnya kalau diterjemahkan dalam bahasa modern apa yang dilakukan oleh para sahabat sesungguhnya itu adalah yang disebut perayaan Maulid.

Kisah Nabi Muhannad SAW Dengan A’rabi

Ketika ada seorang A’rabi, orang A’rabi itu adalah orang pedesaan datang ke Madinah untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW, setelah orang pedesaan itu bertemu dengan Rasulullah SAW, kemudian dia mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah SAW, pertanyaan itu mengagetkan Rasulullah SAW, karena pertanyaan tersebut tidak lazim ditanyakan oleh seorang pedesaan.

Pertanyaannya itu begini ya Rasulullah kira-kira hari kiamat kapan datang? Setelah Rasulullah mendengarkan pertanyaan tersebut Rasulullah kembali bertanya kenapa engkau menanyakan hal itu kepadaku? Memangnya apa yang kamu persiapkan untuk menghadapi hari kiamat?

Baca Juga :  Efek Pemberitaan Media Terkait COVID-19 Terhadap Masyarakat Indonesia

Kata orang pedesaan itu sesungguhnya wahai Rasulullah Saya ini orang miskin Saya tidak punya banyak puasa, salat, zakat dan haji. Lalu kata Rasulullah mengapa engkau bertanya kapan hari kiamat datang?

Seolah-olah sudah siap banget gitu menghadapinya. Kata orang pedesaan tadi ya Rasulullah tidak ada modalku yg istimewa terkecuali aku sangat mencintaimu wahai Rasulullah.

Apa respon Rasulullah ketika mendengar jawaban atau pernyataan orang pedesaan tadi beliau langsung menjawab secara spontan ketahuilah kalau begitu engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.

Sesungguhnya orang yang tidak mencintai Rasulullah SAW, itu rugi sekali karena itu saya kalau diundang ceramah dan Maulid saya usahakan hadir karena kenapa? Ini keberkahannya sangat luar biasa.

Rasulullah SAW, pernah mengatakan bahwa, “Setiap kali seseorang muslim mengirimkan salam kepadaku maka Allah akan mengembalikan rohku untuk menjawab salam itu”,. Oleh karena itu dari hadist ini kemudian para ulama kita memahami bahwa setiap kali ada perayaan Maulid, di situ hadir Rasulullah SAW, kita meyakini tidak ada tempat yang paling mulia kecuali tempat yang dihadiri oleh Rasulullah SAW, itu jauh lebih mulia daripada perayaan atau acara yang dihadiri oleh Presiden, siapa saja presidennya. karena itu kita tidak habis pikir jika ada orang yang selalu diajak pergi Maulid tapi enggan untuk pergi.

Loading...