Bulan-bulan yang Menyandang Predikat Mulia

Bulan-bulan yang Menyandang Predikat Mulia
Bulan-bulan yang Menyandang Predikat Mulia. Oleh : Muhammad Subair, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari

Bulan-bulan yang Menyandang Predikat Mulia. Oleh : Muhammad Subair, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari.

Al-Quran menggaris bawahi bahwa dalam setahun itu ada dua belas bulan. Dari dua belas bulan tersebut menurut Al-Quran ada empat bulan yang dinamainya hurum. Haram itu artinya mulia dalam bahasa Indonesia hormat atau yang dihormati dari akar kata haram.

Haram juga artinya terlarang, sesuatu yang terhormat itu banyak larangan menyangkut dia. Kalau orang terhormat kita sowani atau kunjungi maka kita harus berpenampilan yang rapi dan tidak boleh compang camping. Tidak boleh memakai kaos saja saat menghadap dia, bahkan ada larangannya tidak boleh memakai sandal jepit, karena apa? Dia terhormat.

Masjid tempat terhormat tidak boleh ada jual beli di dalam masjid karena bisa bertengkar. Jadi haram itu sebenarnya asal katanya terhormat. Masjidil haram, masjid yang dihormati, sehingga jika saudara kita yang menunaikan ibadah haji atau umroh, ketika sudah memakai baju ihram dan berniat umroh ada larangan yang tidak boleh dilakukan di tanah haram.

Diantaranya berburu, mematah ranting, mencukur rambut dan mencabut bulu badan. Jika hal itu dilakukan, maka kita harus membayar denda yang diistilahkan dam.

Sebelum pemerintah membuat program yang diistilahkan dengan hutan lindung dan cagar alam, bahwa kita semua wajib menjaga ekosistem tertentu yang perlu dilindungi. Ternyata, sejak 14 abad yang lalu Nabi Muhammad SAW, sudah memberikan informasi larangan kepada kita semua. Tetapi kita yang terkadang lalai tidak mengindahkan instruksi baginda Rasullah SAW. Bahkan Nabi Muhammad SAW, mengatakan bahwa barang siapa yang memotong pohon sidir(pohon yang tempati musafir berteduh untuk bernaung) maka Allah SWT, akan menyungkurkan kepalanya didalam api neraka.

Baca Juga :  Mengembangkan Generasi Terbaik Di Pondok Pesantren

Bahkan seandai besok kita akan meninggal dunia, sementara ditangan kita masih ada pohon kurma, Nabi Muhammad SAW, masih memerintahkan kepada kita agar ditanam. Boleh jadi kita tidak menikmati apa yang kita tanam, tetapi masih ada generasi penerus kita yang akan menikmatinya dan ini akan menjadi amal jariah bagi kita semua.Menurut Alquran ada empat bulan yang haram. Empat bulan haram itu adalah Muharram, Dzulkaidah, Dzulhijjah dan Rajab.

Kehormatan bulan-bulan ini sudah diakui atau ditetapkan oleh kaum musyrik sejak dulu. Jadi orang-orang musyrik sangat menghormati ke empat bulan tersebut. Sehingga mereka menginginkan agar didalamnya ada kedamaian tidak boleh ada perang, tetapi orang-orang muslim sebelum datangnya Islam ini itu sangat senang berperang hidupnya dari perang. Tetapi sebagai manusia itu punya naluri mau damai.

Maka mereka menentukan empat bulan tidak boleh ada perang, tetapi terkadang mereka mau perang tetapi terhalang oleh bulan itu. Apa yang mereka lakukan? Mereka lantas tangguhkan.

Setelah Allah menetapkan ada empat bulan haram ada pesan yang harus diperhatikan pesan Allah “jangan menganiaya diri kamu”. Ada yang mengatakan di seluruh bulan-bulan yang dua belas, khususnya di keempat bulan itu. Ulama-ulama berkata menganiaya diri itu ada dua macam macam pertama melakukan yang negatif macam yang kedua tidak melakukan yang positif itu juga menganiaya diri.

Ibnu Abbas berkata dalam dua belas bulan itu khususnya pada keempat bulan haram itu. Jangan sampai kalian tidak melakukan kebaikan pada keempat bulan tersebut. Di bulan Rajab ini kita dituntut oleh Al-Quran untuk menghindari keburukan dan melakukan aneka kebajikan. Tetapi ada orang-orang yang menambah-nambah sehingga apa yang tidak dituntun oleh Rasulullah SAW, mereka lakukan juga. Contohnya yang sangat populer ketika masuk bulan Rajab ada ucapan selamat Allahumma bariklana firajabin wasyakbana waballigna ramadhana. Ungkapan ini bagus tetapi itu bukan hadis kata ulama boleh saja kita berkata bahwa ungkapan ini adalah merupakan suatu doa. Tapi jangan kita mengatakan bahwasanya ini adalah merupakan hadis dari Rasulullah SAW. Memang dulu orang mengatakan ini adalah merupakan hadis untuk menguatkan melakukan yang positif.

Baca Juga :  Baru Diresmikan, 200 Orang Daftar di Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari

Kata ulama dulu ada orang-orang yang kerjanya hanya mencatat persoalan benar atau tidak itu bukan suatu persoalan. Jadi banyak buku-buku Hadits yang isinya sebenarnya tidak benar.

Kalau kita membaca misalnya Imam Ath-Thabari, beliau adalah ulama besar, ahli sejarah dia katakan, Saya pokoknya menyampaikan apa yang saya dengar soal benar atau tidak itu urusan kalian. Hadis-hadis ini banyak yang dipalsukan bisa jadi dia memalsukan dengan niat baik, bisa jadi juga dia memalsukannya dengan niat jahat. Ada orang-orang yang memalsukan hadis ini bisa jadi karena dorongan ingin merusak Islam, ada satu orang yang pernah dijatuhi hukuman mati benci betul terhadap Islam, dia katakan apa? Sudah 4000 Hadits Di mana saya menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Memalsukan Hadits karena fanatik mazhab ada hadis Nabi, yang mengatakan bahwa ada dari umatku namanya Muhammad bin Idris asy-syafi’i, itu lebih buruk dan lebih berbahaya terhadap umatku daripada iblis, ini sebenarnya adalah merupakan hadis palsu karena fanatik mazhab. Ada juga yang memalsukan Hadits karena fanatik kebangsaan atau kesukuan sehingga muncullah beberapa hadis-hadis yang palsu yang terlalu memuji-muji suatu suku atau kabilah tertentu.

Loading...