Ketua IPW Pertanyakan Ditreskrimsus Polda Jateng Panggil Serempak 176 Kades

Ketua IPW Pertanyakan Ditreskrimsus Polda Jateng Panggil Serempak 176 Kades
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso pertanyakan Ditreskrimsus Polda Jateng panggil serempak 176 Kepala Desa Kabupten Karanganyar Jawa Tengah

HARIANNKRI.ID – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mempertanyakan adanya permintaan keterangan secara serempak terhadap 176 kepala desa di Karanganyar oleh Ditreskrimsus Polda Jateng. Dikhawatirkan, ada penilaian politis dalam pemeriksaan tersebut.

Sugeng menjelaskan, baru pertama kali terjadi Polda Jateng memanggil serentak 176 kepala Desa di Jateng dalam kaitan pertanggung jawaban dana Desa. Apalagi pemanggilan ini menjelang Pemilu 2024, dimana 3 kabupaten di Jawa tengah yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah kantong suara PDIP.

Pemeriksaan terhadap kepala desa di wilayah Kabupaten Karanganyar itu, seperti dilansir kompas.com. Dilakukan mulai Senin ini, 27 November 2023 hingga Rabu, 29 November 2023,” katanya dalam siaran persnya, Senin (27/11/2023).

Ia menekankan, IPW merasa pemeriksaan serentak terhadap semua kepala desa di Kabupaten Karanganyar ini menimbulkan pertanyaan dan spekulasi. Apakah benar Polda Jateng akan membuat terang dugaan pidana atau apa ada agenda politik tertentu.

Baca Juga :  Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro Serentak Berbagi 36 Ribu Takjil

“Pemeriksaa  pidana dugaan korupsi tentu dapat menekan psikologis kepala desa yang diperiksa,” sambungnya.

Ketua IPW menuturkan, keanehan yang nyata terjadi adalah surat pemberitahuan klarifikasi adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh kepala desa tersebut tidak langsung diberikan kepada kepala desa yang bersangkutan. Tetapi dilaksanakan Ditreskrimsus Polda Jateng melalui surat kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Karanganyar.

“Surat dari Ditreskrimsus tersebut bernomor: B/Und-2038/XI/RES.3.1./2023 tanggal 16 November 2023. Perihal permintaan keterangan dan dokumen,”tukas Sugeng.

Selanjutnya, ungkap Ketua IPW, menerima surat dari Polda Jateng tersebut, Kepala Dinas langsung mengeluarkan surat kepada para camatnya. Agar kepala desa memenuhi undangan klarifikasi dari Ditreskrimsus Polda Jateng. Kemudian para Camat pun mengeluarkan surat dengan perihal yang sama kepada para kepala desa untuk diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.

IPW menilai, pemanggilan terhadap 176 Kepala Desa di Kabupaten Karanganyar diduga melanggar Undang-Undang nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri. Aturan tersebut mengusung falsafah anggota Polri harus profesional, prosedural dan proposional.

Baca Juga :  Agus Flores: Hak Pembeli Aset Lelang Bank Juga Wajib Dilindungi

Karena, tambah Sugeng, pemanggilan tersebut seharusnya dilakukan terhadap orang per orang yang menjabat sebagai kepala desa sebagai pertanggungjawaban adanya dugaan pidana. Kalau pun semua kepala desa di Kabupaten Karanganyar itu terindikasi adanya pidananya maka juga dilakukan pemeriksaan satu persatu dan tidak serentak pada hari yang sama.

“Oleh karena itu, IPW mendorong agar Polda Jateng menunda proses penyelidikan dugaan korupsi dana desa atas  176 kepala desa tersebut sampai selesaikan Februari 2024. Agar perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Polri Netralitas dalam pemilu 2024 terimplementasikan,” tutup Ketua IPW. (OSY)

Loading...