HARIANNKRI.ID – Atmosfir pembinaan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Cirebon dikabarkan kurang mendukung munculnya atlit muda berprestasi. Pembinaan tidak dilakukan secara terstruktur, cenderung instan, hanya demi mendapatkan presitasi semata.
Di kalangan gen Z, biliar sedang ngtrend. Olahraga yang semula terstigma dekat dengan perjudian ini bergeser menjadi gaya hidup dan digemari mahasiswa, pelajar. Bahkan, stigma perempuan yang berada di rumah biliar juga semula negatif berubah total menjadi keren.
Namun kegairahan ini justru menjadi kesedihan tersendiri bagi seorang Donny Husen, salah satu pelatih POBSI Kabupaten Cirebon. Ditemui di Lionsport Billiard, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, ia menuturkan beratnya mencetak pebiliar muda berprestasi.
“Ada dua hal yang menjadi kendala. Personality dan wadah,” kata Donny, Kamis (18/09/2025).
Secara personal, lanjutnya, kebanyakan gen Z punya keinginan besar untuk tahu dan mempelajari banyak hal, terutama hal yang sedang ngetrend. Itulah mengapa saat ini gen Z mendominasi hampir seluruh tempat biliar.
“Termasuk di Lionsport ini. Kebanyakan yang datang kesini pelajar, mahasiswa. Tidak ada yang berjudi. Karena memang sekarang biliar sekarang lagi ngetren,” katanya.
Namun, meski tidak bisa digeneralisir, gen Z punya sifat cepat puas. Mereka sangat antusias dalam belajar hal baru, tapi jika sudah merasa bisa, jarang dari mereka mau belajar lebih serius apalagi menjadikan biliar sebagai olahraga prestasi.
“Ya memang sifat anak muda sekarang begitu. Disitulah sebenarnya peran POBSI Kabupaten Cirebon dibutuhkan. Untuk menjaring dan mengarahkan anak-anak muda Kabupaten Cirebon yang semula biliar hanya sekedar hobi menjadi olahraga prestasi. Harus ada wadah yang peduli dan secara aktif merangkul mereka untuk jadi atlit,” tegas Donny.
Quo Vadis Atlit Biliar Asli Binaan POBSI Kabupaten Cirebon
Meski olahraga biliar menjadi trend, namun ada keprihatinan mendalam di hati Donny. Sebagai pelatih, ia prihatin belum munculnya atlit asli produk binaan POBSI Kabupaten Cirebon. Padahal, ada beberapa rumah biliar yang menyediakan fasilitas latihan bagi calon atlit berbakat.
“Contohnya di Lionsport ini. Pak Reynaldy selaku pemilik memberikan kesempatan bagi anak muda berbakat untuk berlatih secara gratis disini. Hari Sabtu dan Minggu mulai jam 9 sampai jam 1 siang. Mirisnya, yang giat berlatih disini malam kebanyakan anak-anak Indramayu, Kuningan, Cirebon Kota. Hal ini harusnya POBSI Kabupaten Cirebon ikut dicarikan solusinya. Gimana caranya agar anak-anak muda Kabupaten Cirebon tertarik latihan disini. Gratis kok,” katanya.
Tentu saja sebagai warga Kabupaten Cirebon, Donny ingin ada akamsi (anak kampung sini) yang memanfaatkan kesempatan ini. Karena harus diakui, biliar bukan olahraga yang tidak merogo kocek.
“Bayangin aja untuk main di rumah biliar sudah kelihatan per jamnya berapa. Belum yang lainnya, stik misalnya. Jujur, saya pingin sekali ada atlit muda dari Kabupaten Cirebon yang bersinar dan benar-benar asli hasil didikan POBSI Kabupaten Cirebon. Pingin banget saya,” imbuhnya.
Mungkinkah Lahir Atlit Muda Asli Binaan POBSI Kabupaten Cirebon?
“Mungkin, bahkan sangat mungkin. Asal…” tegas Donny.
Donny optimis akan mungkin muncul atlit muda asli hasil binaan POBSI Kabupaten Cirebon. Hanya saja, dibutuhkan hati yang besar untuk mau secara pelan-pelan merangkul bibit-bibit potensial yang ada.
“Harus dimulai dari kepedulian untuk menciptakan atlit daerah sendiri. Hati kita harus tertanam itu dulu. Karena itu yang paling penting. Komitmen dari POBSI dan KONI Kabupaten Cirebon untuk tidak mengambil atlit secara instan menjadi krusial. Itu dulu,” tandas Donny.
POBSI Kabupaten Cirebon, lanjutnya, perlu menjalin kerjasama dengan rumah biliar untuk memberikan pelatihan calon atlit. Dengan begitu, muncul bibit-bibit muda dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon yang luas ini.
“Rumah biliar diberi anggaran untuk menjaring bibit-bibit potensial daerah masing-masing. Pertanggungjawabannya dengan diadakan seleksi bagi calon atlit. Yang potensial kemudian dididik POBSI untuk dijadikan calon atlit. Dengan begitu, bibit-bibit bermunculan dari seluruh wilayah Kabupaten ini,” seru Donny.
Pelatih berlisensi ini juga menekankan perlunya melibatkan stakeholder baik swasta maupun instansi. Dengan merangkup berbagai stakeholder terkait, maka dapat terselenggara berbagai kejuaraan-kejuaraan kelas kelompok umur secara gratis.
“Itu jadi salah satu pemicu buat anak-anak muda agar lebih serius bermain biliar,” sambungnya.
Yang terakhir, para atlit muda lebih diberi kesempatan untuk mengikuti kejuaraan kejuaraan resmi untuk melatih mental. POBSI Kabupaten Cirebon harus berani memainkan atlit yang tidak dibebani target piala atau medali.
“Ya berilah mereka kesempatan buat uji nyali, memupuk mental juara. Memang hasilnya tidak terasa sekarang, tapi 2-3 tahun lagi pasti kelihatan,” tutup Donny Husen. (OSY)







