H. Imam Syafii Tewas, Akibat Bus Terbakar Setelah Dihantam Mobil Sedan

H. Imam Syafii Tewas, Akibat Bus Terbakar Setelah Dihantam Mobil Sedan

HARIANNKRI.COM – Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banyuwangi bernama H, Imam Syafii (49) . TKI Arab Saudi warga Dusun Blokagung Rt 09 Rw 04 Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari, meninggal akibat bus yang dikemudikannya hangus terbakar, Rabu (26/7) sekitar Pukul 14.30 waktu Saudi.

Sesuai keterangan keluarga korban, bus yang dikendarai almarhum mengangkut jamaah haji Negara Turki mengalami kecelakaan di wilayah Afsan, 80 kilometer dari Makah, akibat adanya mobil sedan warna merah yang mengalami pecah ban terguling – guling menabrak bus. Akibat insiden itu, bus terbakar dan menewaskan supir bus asal Banyuwangi yang bekerja di Saptco Traveling Makkah.

“Seluruh penumpang selamat, termasuk pengemudi sedan yang pecah ban. Hanya suami saya saja yang menjadi korban. Dia tak bisa menyelamatkan diri karena pingsan saat kejadian,” terang Kiptiyah (42), istri korban saat dikonfirmasi di rumah duka, Senin (30/7).

Kiptiyah, mengaku mendapatkan informasi itu dari rekan korban usai kejadian berlangsung. Saat itu dia tak percaya jika suaminya mengalami kecelakaan. Tak berselang lama KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Jeddah juga memberikan informasi yang sama, namun dia tetap tidak percaya jika suaminya meninggal dunia.

“Yang ngabari pertama teman suami saya,” jelasnya.

Menurut Kiptiyah, suaminya (H, Imam Syafii/Red) berangkat menjadi TKI di Arab Saudi sejak Tahun 2010, bekerja menjadi supir travel di perusahaan tersebut. Setiap 2 tahun sekali suaminya mendapat cuti dan pulang ke Indonesia. Almarhum memilki 3 putra, bernama Achmad Zaini Hasan (23), Aldino (20) dan Irham Asmi.

“Tidak ada firasat. Hanya saja bulan ini saya seperti sibuk mempersiapkan segalanya, menyambut kedatangan suami saya. Karena tahun ini akan pulang cuti. Kalau anak kedua saya firasatnya melalui famili, jika keluarga sini punya hajat. Anak terkahir bermimpi banyak tamu yang singgah kemari. Saya hingga saat ini masih belum percaya, jika suami saya meninggal dunia,” Ucapnya.

Akibat peristiwa itu, Kiptiyah menyetujui jika suaminya di makamkan di Arab Saudi, dan saat ini masih berada di rumah sakit negara setempat ( Saudi/red), Sementara KJRI Jedah hingga saat ini juga masih berkomunikasi dengan pihak keluarga di Indonesia melalui sambungan Whatsapp.

“Pihak keluarga menyetujui demi kebaikan suami saya,” pungkas Kiptiyah.

Disinggung soal berita yang beredar terkait penumpang jamaah haji dari Kloter Blokagung, pihaknya menjawab itu tidak benar. “Kalau supirnya benar suami saya, seluruh penumpangnya jamaah dari Turki,” Jelasnya.

Dari peristiwa itu, hingga saat ini dinas terkait di Banyuwangi masih belum datang ke rumah duka. Lantaran pihak keluarga belum memberikan informasi tersebut.

“Saya masih berduka dan masih melaksanakan selamatan untuk suami saya,” pungkas Kiptiyah. (BUT).

Loading...