Dinas Sosial Raja Ampat Datangkan Psikolog Tangani 6 Anak Korban Pencabulan di Panti Asuhan

  • Whatsapp
Dinas Sosial Raja Ampat Datangkan Psikolog Tangani 6 Anak Korban Pencabulan di Panti Asuhan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat, Martha M Sanadi, S. Pd,. M.Si,. saat mengunjungi ke enam anak korban pencabulan beberapa waktu lalu

HARIANNKRI.ID – Kepala Dinas Sosial Raja Ampat, Martha M Sanadi,. S.Pd,. MSi berupaya mendatangkan ahli psikologi guna mendampingi ke enam anak korban dugaan pencabulan di sebuah panti asuhan beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan Martha M Sanadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di jalan Basuki Rahmat kelurahan Warmasen distrik Waisai kota, Selasa (1/3/2022). Martha menjelaskan, psikolog yang didatangkan pihaknya guna memulihkan psikologi anak paska kejadian yang dialami ke enam anak tersebut.

“Psikolog yang didatangkan secara komprehensif. Mulai dari kesehatan fisik hingga pemulihan psikologi korban“ Kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat,” katanya.

Dijelaskannya, penanganan anak yang diduga menjadi korban pencabulan adalah hal yang tepat. Apalagi untuk anak yang berhadapan dengan hukum diperlukan perlakuan khusus layaknya anak pada umumnya.

“Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban kekerasan adalah penanganan yang tepat. Termasuk pengobatan dan rehabilitasi secara fisik, psikis dan sosial, serta pencegahan penyakit dan gangguan lainnya,“ lanjut Marta.

Untuk penanganan ke enam anak tersebut, Dinas Sosial Raja Ampat bekerja sama dengan Unimuda Sorong. Alasannya, universitas tersebut memiliki program studi psikologi dan mempunyai psikolog yang berpengalaman..

“Langkah penanganan kasus pencabulan hingga saat ini. Berkas sudah di Kejaksaan, hanya saja masih diperlukan asesmen tenaga ahli pendampingan terhadap ke 6 anak terduga dicabuli oknum di panti asuhan tersebut. Ini membuat sehingga Dinas Sosial bergerak cepat mendatangkan dua orang ahli konselor psikolog didampingi rekannya dari Unimuda Sorong,” beber Mantan Kepala Dinas P&P Raja Ampat ini.

Ia juga menyebutkan, Dinas Sosial Raja Ampat sendiri memiliki bidang rehabilitasi. Maka dengan adanya kasus seperti ini pihaknya langsung bergerak cepat. Kedepan, akan menjalin kerja sama dengan dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB.

“Kebetulan di situ ada bidang Perlindungan Anak,” imbuhnya.

Dinas Sosial Raja Ampat Janji Kawal Dugaan Pencabuat 6 Anak Panti Asuhan

Lebih lanjut Kepala Dinas Sosial Raja Ampat menjelaskan bahwa pihaknya yang akan mengawal kasus dugaan pencabulan terhadap ke enam anak tersebut terkait berkas perkara dalam kasus tersebut.

“Ini merupakan kendala yang disampaikan oleh pihak polisi. Tapi tidak menutup kemungkinan peristiwa ini dinas sosial akan kawal terus menyangkut berkas penanganan dugaan pencabulan 6 anak di panti asuhan tersebut,” lanjut Martha M Sanadi.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Martha M Sanadi berharap, setelah berkas perkara ini diserahkan kepada pihak terkait dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum agar memberikan efek jera bagi terduga.

Ke enam anak korban pencabulan saat ini mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. Mereka dilakukan pemulihan psikologi dan trauma, mereka diperlakukan sebagaimana siswa sekolah pada umumnya.

“Saat ini anak-anak terduga pencabulan proses belajar mengajar tetap berjalan. Oleh karena itu dikunjungi Dinas Sosial Raja Ampat sebagai upaya pemulihan psikologi. Kejiwaan trauma pada anak-anak tersebut pada prinsipnya tetap diperlukan seperti anak-anak yang normal,” tutup Kepala Dinas Sosial Raja Ampat. (HSG)

Pos terkait