HARIANNKRI.ID – PT Gag Nikel Raja Ampat berkomitmen melestarikan lingkungan hidup dan memberdayakan masyarakat setempat melalui kegiatan peningkatan ekonomi. Komitmen perusahaan tambang nikel terhadap lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat setempat ini tertuang dalam dokumen perencanaan usaha yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui kementrian terkait pada Tahun 2018.
Hal ini dikatakan, Mahasiswa Fakultas Teknologi dan Mineral Istitusi Teknologi Nasional Yogyakarta, Syarul Budiman Sarif. Ia mengaku telah melakukan penelitian secara ilmiah pada perusahan tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil kajian ilmiah, sejak beroperasi tahun 2018, PT Gag Nikel berupaya melakukan kegiatan penataan lingkungan hidup dengan melakukan reboisasi pada lahan-lahan bukaan. Pengelolaan terhadap limbah perusahan, hingga memberdayakan masyarakat setempat. Selain itu, perusahan tambang ini juga membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat lokal.
Syarul Budiman Sarif menuturkan, belum lama ini ia melakukan penelitian terhadap aktifitas penambangan yang berada di Pulau Gag Raja Ampat ini. Ia menjelaskan, PT Gag Nikel telah mengambil langkah-langkah penanganan terhadap limbah akibat aktifitas perusahan secara konsisten. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.
Anak Perusahan Aneka Tambang ini juga melakukan kegiatan transplantasi terhadap terumbu karang yang rusak di sekitar Pulau Gag. Ia menekankan, kerusakan terjadi akibat dari ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
“Perusahan telah mengambil langkah-langkah penanganan limbah secara konsisten agar tidak merusak lingkungan hidup” Kata Syaril dilansir dari tvonenews.com, (Rabu 1/3/2022).
Terkait proses pengendapan material (sedimentasi red) Syaril menyebutkan bahwa hal ini terjadi bukan saja akibat dari aktifitas pertambangan semata, melainkan ada faktor alam seperti tanah longsor dan aktifitas lainnya. Seperti pembalakan liar serta pembukaan lahan oleh masyarakat setempat yang menyebabkan banjir terbawa hingga ke hilir.
“Banyak faktor yang mempengaruhi, bukan saja karena aktifitas penambangan semata, melainkan faktor alam seperti longsor, atau aktifitas pembalakan dan pembukaan lahan yang berdampak terhadap erosi sehingga saat terjadi banjir terbawa arus ke hilir sungai” Ujar Syahrul, Mahasiswa Fakultas Teknologi Mineral berdasarkan kajian ilmiahnya.

PT Gag Nikel Jaga Lingkungan Hidup di Raja Ampat
Mahasiswa Asal Yogjakarta ini menyebutkan bahwa berdasarkan izin IPPKH yang diperoleh dari pemerintah melalui kementrian terkait. PT Gag Nikel mengelola areal seluas 603 Ha, atau 10% Dari Luas Pulau Gag. Disebutkannya, saat ini baru 168,91 Ha yang sudah dibuka untuk dikelola.
“Sesuai dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang dikeluarkan oleh pemerintah, PT Gag Nikel menggunakan area tambang seluas 603 ha, atau 10% dari luasan Pulau Gag. Hingga kini PT Gag Nikel baru membuka lahan seluas 168,91.hektar” Bebernya.
Dijelaskannya, pengelolaan limbah diareal yang telah dibuka, PT Gag Nikel menggunkan sistim filterisasi sehingga limbah yang akan dibuang tidak mengandung bahan berbahaya bagi organisme dan mikroorganisme di lingkungan.
“Sementara pengelolaan limbah dari areal yang dibuka telah menggunakan sistim filterisasi sehingga limbah yang dibuang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun bagi organisme dan mikroorganisme di lingkungan” Bebernya.
Terkait limbah produksi dan Limba domestik, sebelum dialirkan ke sungai terlebih dahulu dialirkan kedalam kolam sedimen. Limbah diberi titik penataan (PT Gag Nikel Mempunyai ijin titk penataan pembuangan ke sungai)
“Limbah dari produksi tambang nikel yang dialirkan ke kolam sedimen akan dikelola sebelum masuk ke sungai. Limbah diberi titik penataan. PT Gag Nikel mempunyai Ijin titik penataan pembuangan ke sungai. Yang dilakukan pengecekan setiap hari dan dilakukan pengecekan kualitas air setiap bulan ke lembaga independen (Sucofindo-red). Untuk melihat kesesuaian baku mutu sesuai dengan standar peraturan perundang-undangan,” tutup Syaril.
Syarul Budiman Sarif adalah Mahasiswa Fakultas Teknologi dan Mineral Istitusi Teknologi Nasional Yogyakarta. Penelitian yang sama pada tahun 2021 juga dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi Universitas Cenrawasih Jayapura, Kurnia Ericsteven. (HSG)







