Kudu Cinta, Percaya dan Bangga Pada Diri Sendiri

Kudu Cinta, Percaya dan Bangga Pada Diri Sendiri
Ilustrasi Kudu Cinta, Percaya dan Bangga Pada Diri Sendiri

Kudu Cinta, Percaya dan Bangga Pada Diri Sendiri. Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Master Ekspektator & Pengasuh Madrasah Ruhani Sangga Buwana AlBantani.

Kunci sukses yang paling dasar adalah kita harus mencintai diri kita sendiri. Kita harus bangga pada diri kita sendiri. Dan kita kudu percaya pada diri kita sendiri.

Ketiga hal tersebut : mencintai diri sendiri, Bangga pada diri sendiri dan Percaya pada diri sendiri bukan dalam makna Sombong dan takabur.

Sombong atau takabur atau merasa lebih dari orang lain merupakan awal keruntuhan atau kejatuhan diri sendiri. Sebab, ujung-ujungnya orang takabur akan memandang orang lain lebih rendah dari dirinya.

Dari situ kemudian akan memunculkan sikap irihati bila orang yang direndahkan mendapatkan karunia Alloh yang “melebihi” dari yang dia miliki.

Turunan dari sikap takabur, sombong, merasa lebih dari orang lain dan irihati turunannya sangat banyak yang dapat menghancurkan diri orang tersebut.

Karena sikap-sikap mazmumah tersebut akan bertahta dalam hati sanubari dia. Dan menjadi pengendali dari semua sifat, sikap dan pandangan hidupnya.

Kita bisa membayangkan, betapa orang yang bertahta dihatinya sikap sombong akan menjelma menjadi sosok Fir’aun atau Namruz. Kedholiman, kerusakan, kerakusan dan berakhir pada kehancuran dirinya dan orang-orang serta alam semesta yang dipimpinnya akan mengalami kerusakan yang tidak terkirakan.

Baca Juga :  Pancasila dan Politik Bangsa. Opini Tubagus Soleh

Sejarah Bangsa ‘Aad yang diceritakan oleh Alqur’an begitu gamblang. Mereka hancur lebur karena mereka membanggakan kehebatan “ilmu pengetahuan dan teknologi” yang dimilikinya.

Sehingga abai terhadap peringatan-peringatan yang diberikan oleh sang Nabi. Karena melihat sosok Sang Nabi “jauh” dari apa yang dipandang oleh bangsa ‘Aan.

Kita sudah bisa baca kesimpulannya, begitu kaum ‘Aad abai terhadap peringatan Tuhan. Maka, Tuhan Sang Pemilik semesta begitu mudah untuk merubah keadaan. Dan bangsa ‘Aad pun lenyap dari muka bumi hingga sekarang.

Manusia yang dibekali kemampuan beradaptasi terhadap keadaan apa dan bagaimanapun akan sangat mudah tergelincir dari jalan Tuhan. Sikap merasa mampu akan mudah muncul secara alami. Bila kita lalai maka sikap sombong dan merasa mampu akan menguat bahkan bisa saja menjadi “karakter akut” dalam diri kita.

Baca Juga :  Pendapat Hukum Terkait Seorang Wanita Diduga Masuk Masjid Dengan Mengenakan Alas Kaki dan Membawa Anjing

Ini semua merupakan parasit yang tumbuh dalam diri kita berbarengan dengan keharusan kita memiliki rasa percaya diri, kudu bangga pada diri sendiri dan mencintai diri kita sendiri secara utuh.

Ibarat kita menanam padi. Pastilah akan tumbuh rumput-rumput yang bisa merusak pertumbuhan pohon padi kita. Tapi tidak lantas kita tidak menanam padi. Sikap yang kita ambil adalah selalu rajin membersihkan rumput liar dari tanah sekitar tanaman padi kita.

Dengan begitu, InsyaAlloh padi yang kita tanam akan melahirkan gabah2 yang berlimpah dan berkualitas tinggi. Dan tentu saja dampaknya hidup kita pun menjadi sehat dan kuat dalam rangka mengemban amanah Tuhan sebagai khalifah fil Ardh.

Mulai sekarang, untuk menjadi Pribadi yang Tangguh, Militan, Produktif dan Unggul maka kudu mencintai diri sendiri secara utuh, bangga pada diri sendiri dan percaya pada diri sendiri secara penuh.

Memelihara sikap ragu-ragu pada diri sendiri. Hanya buang-buang waktu saja. Umur habis waktu binasa. Mati jadi bangkai.

Loading...