Sebanyak 38 Siswa SMK KAL 1 Surabaya Terima Dana Program Indonesia Pintar

Sebanyak 38 Siswa SMK KAL 1 Surabaya Terima Dana Program Indonesia Pintar
Kepala Sekolah SMK KAL 1 Surabaya Letkol Laut (KH) Drs Ambar Kristiyanto M.Si menyerahkan dana Program Indonesia Pintar secara simbolis kepada salah satu siswa pemerima dana di Ruang Praktek Siswa, Kamis (10/6/2021)

HARIANNKRI.ID – Sebanyak 38 Siswa SMK KAL 1 Surabaya pengajuan tahun ajaran 2020/2021 menerima dana dari program pemerintah Program Indonesia Pintar (PIP). Program yang disalurkan melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini telah diterima oleh Sekolah Menengah Kejuruan Khusus Angkatan Laut tersebut selama 5 tahun dengan total 496 siswa.

Dana Program Indonesia Pintar untuk 38 siswa ini di serahkan oleh Kepala Sekolah SMK KAL 1 Surabaya Letkol Laut (KH) Drs Ambar Kristiyanto M.Si. Penyerahan secara simbolis kepada salah satu siswa pemerima dana tersebut dilakukan di Ruang Praktek Siswa sekolah tersebut, Kamis (10/6/2021).

Selama pelaksanaan penyerahan dana Program Indonesia Pintar SMK KAL 1 Surabaya tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Semua diwajibkan mencuci tangan dengan sabun di fasilitas yang telah disediakan begitu tiba di area sekolah. Semua yang hadir juga wajib enggunakan masker dan tetap jaga jarak meskipun di dalam kelas.

Pesan Kepala Sekolah SMK KAL 1 Surabaya Kepada Siswa Penerima Dana PIP

Kepada siswa penerima dana tersebut, Kepala Sekolah berpesan untuk menggunakan secara maksimal. Ia menekankan, dana tersebut diberikan karena dipercaya pemerintah melalui Kemendikbut sebagai siswa pilihan penerima dana PIP.

“Gunakan dana PIP yang telah kalian terima dengan maksimal untuk kepentingan biaya pendidikan di sekolah. Serta bagi alumni yang melanjutkan kuliah, gunakan untuk keperluan selama kuliah. Karena di saat Pandemi Covid-19  orang tua kalian pasti mengalami penurunan penghasilan,” kata Ambar Kristiyanto.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Kapuas 2021, Satlantas Polres Melawi Gelar Aksi Simpatik

Sementara itu salah satu staf pengajar Sri Sumiyati S.Pd. M.M menjelaskan, selama 5 tahun, total 496 siswa SMK KAL 1 Surabaya menjadi penerima dana. Jumlah penerima dana Program Indonesia Pintar tersebut merupakan siswa aktif dan alumni.

Tahun pelajaran 2016/2017 penerima dana PIP 92 siswa ( 30 alumni  dan 62 siswa akfit). Tahun pelajaran  2017/2018 penerima dana PIP sebanyak 155 siswa ( 67 alumni dan 88 siswa aktif). Pada tahun pelajaran 2018/2019 penerima dana PIP 105 siswa ( 47 alumni dan 58 siswa aktif). Di tahun pelajaran 2019/2020, di saat Pandemi Covid-19 ini, sebanyak 106 siswa (39 alumni dan 67 siswa aktif). Serta di tahun pelajaran 2020/2021 sementara baru turun untuk kelas XI sebanyak 10 siswa, kelas XII sebanyak 28 siswa, kelas X sampai berita ini ditulis belum ada yang turun.

“Pengajuan jumlah siswa penerima dana PIP tidak selalu seratus persen turun sesuai dengan jumlah siswa yang diajukan. Namun bersyukur dana PIP bagi SMK KAL 1 turun diatas 80 persen dari  jumlah yang diajukan,” ujar Guru mata pelajaran Matematika ini.

Baca Juga :  Sandi dan 146 Ulama Dialog Bareng Relawan Keumatan Se Tapal Kuda

Penerimaan dana PIP yang sudah di siapkan oleh bendahara sekolah Anita  Nisfiilah, S.Pd dan  Retno Indriatie, SE di damping wali kelas masing-masing serta di saksikan oleh tiga Waka masing masing Waka Kurikulum dan Ops Ari Sutrijono,S.Pd., M.M, Waka Kesiswaan dan Humas Munawar, S.Pd dan Waka Sarpras dn IT  Karno Setyo Budi, S.Pd,. M.M., M.Pd

Sekilas Tentang Dana Program Indonesia Pintar di SMK KLA 1 Surabaya

Pengajuan  dana PIP bagi siswa SMK KAL -1 mengacu kepada program  Pemerintah  yang terus berupaya untuk meningkatkan taraf pendidikan. Salah satunya melalui Program Indonesia Pintar (PIP), program bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program Indonesia Pintar (PIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial dan Kementerian Agama ini juga memprioritaskan bagi anak usia sekolah yang termasuk yatim piatu, penyandang disabilitas, serta korban bencana/musibah. (OSY)

Loading...