Diduga PT FSA Tak Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan Tenaga Outsourcing RS Fatima

Diduga PT FSA Tak Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan Tenaga Outsourcing RS Fatima
Rumah Sakit Fatima Ketapang Kalimantan Barat

HARIANNKRI.ID – Sebuah perusahaan jasa keamanan PT FSA diduga tidak melakukan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan tenaga outsourcing RS Fatima Ketapang Kalimantan Barat. Para tenaga outsourcing juga diduga tidak dibayar sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Dugaan ini dibenarkan oleh salah satu tenaga outsourcing yang masih aktif di PT FSA yang menjadi tenaga outsourcing RF Fatima sebagai petugas sekuriti. Pria yang tidak bersedia disebutkan namanya ini menuturkan, pihak rumah sakit pernah menanyakan bukti pembayaran kepada PT FSA.

“Pihak Rumah Sakit Fatima tanya ke pihak PT FSA. Apakah sudah melakukan pembayaran kepada Kantor BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan? Namun (PT FSA-red) tidak memberikan jawaban,” katanya melalui WA, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga :  Siap-Siap Money Politic di Kabupaten PALI, Tak Ada Uang Tak Ada Suara

Hal serupa juga disampaikan oleh mantan tenaga outsourcing PT FSA yang juga ditempatkan di RS Fatima Ketapang yang bernama Deni Haryanto. Kepada hariannkri.id ia mengaku tidak dibayarkan upahnya sesuai UMK. Perusahaan jasa keamanan tersebut juga disebutnya secara sepihak dan semena mena atas permintaan Rumah Sakit Fatima mengeluarkan dirinya tanpa pesangon.

“Saya bekerja sudah lebih empat tahun, gaji pokok dibawah UMK, tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan,” jelas Deni melalui sambungan selular, Kamis (1/7/2021).

Deni menjelaskan, setiap dalam penagihan, pihak rumah sakit Fatima selalu mencantumkan iuran BPJS ketenagakerjaan, Kesehatan, PPN dan PPH kepada PT FSA.

“Kalaulah memang sudah didaftarkan kenanapa Kartu BPJS nya tidak diberikan kepada pekerja (tenaga outsourcing-red),” kata Deni Haryanto.

Baca Juga :  Kebijakan Baru PPKM Mikro 22 Juni Hingga 5 Juli 2021

Deni meminta kepada pihak Rumah Sakit Fatima untuk tidak lagi memakai PT FSA. Ia menduga, PT FSA tidak menjalankan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Saya juga akan melaporkan PT FSA kepada instansi berwenang terkait dengan pemberhentian tidak prosedural. Sayang sekali jika pihak Rumah Sakit Fatima tetap memakai PT FSA. Takutnya akreditasinya terganggu,” tegasnya Deni.

Wartawan hariannkri.id sudah berusaha menghubungi Direktur Rumah Sakit Fatima pihak PT FSA melalui pesan WA. Namun hingga berita ini diturunkan, kedua pihak belum memberikan tanggapan. (Abd. Rahman)

Loading...