Suku Matbat Tolak Pelantikan Kepala Suku Matlou di Fafanlap Raja Ampat

Suku Matbat Tolak Pelantikan Kepala Suku Matlou di Fafanlap Raja Ampat
Tarian Setan Gemutu Dari Suku Matbat Misool Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat

HARIANNKRI.ID – Salah satu pengurus Komunitas Masyarakat Hukum Adat Suku Matbat Misool atau Batan Mee Raja Ampat, Abidin Macap, mengecam rencana kegiatan pelantikan Kepala Suku Matlou Raja Ampat di kampung Fafanlap Distrik Misool Selatan Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Matlou dikatakan Abidin bukan suku namun hanya sebutan suku asli kepada mereka yang datang dari luar.

Kecaman Abidin tersebut disampaikan setelah dirinya mengetahui adanya sebuah surat undangan yang beredar di sebuah grup media sosialbeberapa hari lalu. Undangan tersebut ditujukan kepada Kepala Kampung Usaha Jaya Distrik Misool Selatan.

“Terkait dengan adanya prosesi pelantikan kepala suku Matlou Misool Raja Ampat. Maka secara tegas kami masyarakat suku Matbat menolak acara pelantikan tersebut. Ini bukan persoalan kelembagaan. Akan tetapi prosesi seperti ini merupakan pergumulan adat yang memiliki nilai kearifan budaya dan makna akan suatu peradaban masyarakat hukum adat di wilayah tertentu. Yakni masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool atau Batan Mee,” kata Abidin dalam pernyataannya, Minggu (19/9/2021).

Ia menyebut, acara pelantikan Kepala Suku Matlauw Misool Raja Ampat tersebut tidaklah mendasar. Alasannya, tidak melibatkan Suku Asli Misool, Yakni Suku Matbat yang menjadi suku asli pulau Misool atau Batan Mee.

“Acara ini sangat memalukan dan tidak mendasar karena tidak pernah melibatkan suku Matbat. Yang notabene adalah suku asli Misool atau Batan Mee,” sambung Abidin.

Matlouw Adalah Sebutan Suku Matbat Pendatang

Dijelaskan Abidin, suku Matlouw yang dimaksudkan sebenarnya bukanlah sebuah suku. Matlouw adalah sebutan suku Matbat sebagai suku asli Batan Mee Misool kepada mereka yang datang dari luar. Arti “Matlouw” sendiri adalah orang luar atau orang laut. Karenanya. Abidin pun mempertanyakan keberadaan suku Matlouw yang direncanakan akan dilantik pada Senin (20/09/21) di Kampung Fafanlap tersebut.

Baca Juga :  Waktu Pelaksanaan Tinggal 6 Hari, TMMD Kodim 1805 Raja Ampat Siap Lembur

“Matlou itu artinya orang luar atau manusia dari luar. Kok bisa jadi kepala suku di wilayah yang ada suku aslinya? Belajar sejarah peradaban masyarakat adat dimana? Memalukan sekali. Sejak kapan ada suku Matlou? Dari mana peradaban suku Matlou? Dari dahulu kala munculnya peradaban masyarakat adat sampai sekarang tidak pernah ada suku Matlou dalam sejarah peradaban masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool atau Batan Mee,” tegasnya.

Menurut Abidin, dalam pemahaman nilai-nilai budaya adat istiadat secara sosio antropologis, tidak pernah ada cerita orang luar datang dan mengatur budaya orang pribumi atau suku asli dalam suatu peradaban masyarakat hukum adat. Karena itu, tegasnya, para pihak yang melakukan kegiatan tersebut perlu belajar dan memahami sejarah dengan baik.

“Jangan asal bicara dan melakukan aksi,” ujarnya.

Ia mengingatkan, acara tersebut sangat bertentangan dengan nilai kearifan budaya lokal yang hidup sampai dengan saat ini. Khususnya masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool/Batan Mee Raja Ampat.

“Muatannya apa kegiatan seperti itu? Tentu harus diperjelas? Menggunakan institusi/kelembagaan adat apa? Perlu diketahui secara jelas bahwa suku Matbat merupakan suku asli di wilayah Misool/Batan Mee. Tidak ada sejarah apapun soal suku Matlou. Sungguh aneh orang lain datang melantik suku lain? Cerita omong kosong apa yang dipertontonkan, apalagi melantik suku Matlou? Matlou itu suku dari mana? Sangat tidak edukatif dan tidak mencerahkan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat hukum adat di wilayah Raja Ampat secara umum,” kata Abidin.

Baca Juga :  Datangi DPP, Selvi Wanma SH Tegaskan Dirinya Ketua DPD II Partai Golkar Raja Ampat Yang Sah

Catatan Abidin Macap Terkait Suku Matlou di Misool Raja Ampat

Oleh karena itu, Abidin yang mengaku mewakili masyarakat suku Matbat menghimbau kepada Pemerintah dan Pemerintahan Di Daerah ini memperhatikan kegiatan – kegiatan seperti ini. Karena ia menilai, kegiatan kegiatan seperti ini akan merusak tatanan hidup masyarakat dan akan menjadi presiden buruk

“Secara pribadi dan juga mewakili masyarakat hukum adat suku Matbat di Misool/Batan Mee. Menghimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dan juga Lembaga DPRD Raja Ampat untuk lebih memperhatikan cara-cara kerja bobrok yang ilegal dan tidak mendasar seperti itu. Karena sangat merusak tatanan masyarakat adat secara umum, serta memalukan peradaban. Dan juga menjadi preseden buruk dalam keberlangsungan tatanan kehidupan masyarakat hukum adat. Yang memiliki nilai kearifan budaya lokal dan prinsip-prinsip kebudayaan yang menaunginya,” ungkap Abidin.

Ia menegaskan, yang menginisiasi kegiatan tersebut sangat tidak paham tentang sejarah peradaban suku Matbat di Misool/Batan Mee. Abidin pun menyebut kegiatan tersebut adalah kerja ngawur yang tidak mendasar. Pasalnya, tidak ada nilai kepantasan maupun tidak memiliki legitimasi kuat secara adat dan keluhuran nilai-nilai budaya lokal.

“Catatan Penting Abidin Macap. Tidak ada Suku Matlou Di Misool/Batan Mee, Yang ada adalah Suku Matbat Yang memiliki sejarah dan nilai peradaban masyarakat yang hidup dari dahulu sampai sekarang. Jangan bikin gerakan tidak berfaedah dan memalukan dalam menata rumah besar masyarakat hukum adat di seluruh wilayah raja ampat, tutupnya. (HSG)

Loading...