Cibir Pemerintah Menjilat Ludah Sendiri Soal Minyak Goreng, PKS: Kebijakan Amatiran

Cibir Pemerintah Menjilat Ludah Sendiri Soal Minyak Goreng, PKS: Kebijakan Amatiran
Antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng kemasan 2 liter

HARIANNKRI.ID – Anggota Komisi VII DPR RI dari PKS Mulyanto menuding pemerintah telah menjilat ludah sendiri terkait kebijakan minyak goreng (migor) yang diubah pada tanggal 15 Maret 2022. Menaikkan harga eceran tertinggi (HET) serta melepas migor kemasan sesuai mekanisme pasar adalah kebijakan amatiran.

Mulyanto mengingatkan, sebelumnya, Presiden Jokowi berjanji kebijakan yang telah diambilnya baru akan dievaluasi bulan Mei 2022. Selain itu, Menteri Perdagangan juga berjanji untuk tidak mencabut HET. Tapi kenyataan yang terjadi, baru pertengahan Maret namun kebijakan minyak goreng tersebut sudah dicabut.

“Menjilat ludah sendiri. Ini kan tidak konsisten,” cibir Mulyanto di Jakarta, Senin (18/3/2022).

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini mengingatkan, dalam membuat kebijakan terkait minyak goreng ini, pemerintah terkesan trial and error. Akibatnya, kebijakan gampang berubah ketika menghadapi tekanan dari pihak tertentu.

Baca Juga :  Jokowi Tinjau Padat Karya Tunai Saluran Irigasi di Nunukan

“Pilihan kebijakan yang amatiran,” imbuhnya.

Menurut Mulyanto, seharusnya sebuah kebijakan dibuat berdasarkan berdasarkan riset (research based policy). Atau bisa juga dibuat berdasarkan contoh praktik terbaik di negara lain.

“Bukan kebijakan bongkar-pasang dan gonta-ganti, yang coba-coba. Tujuannya agar ada kepastian hukum dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengingatkan, saat ini kondisi masyarakat sedang menderita akibat pandemi Covid-19. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan yang pasti dan sudah dipertimbangkan dengan matang.

“Masyarakat sudah capek sekian bulan diombang-ambingkan oleh kebijakan minyak goreng pemerintah yang tidak jelas. Yang banyak berteori, berwacana dan obral janji, namun malah berujung kelangkaan,” tandas Mulyanto. (OSY)

Loading...