PKS Minta Menteri Perindustrian Tak Takut Ancaman Pengusaha Minyak Goreng

PKS Minta Menteri Perindustrian Tak Takut Ancaman Pengusaha Minyak Goreng
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk tidak takut terhadap ancaman pengusaha minyak goreng akan mundur dari program minyak goreng curah subsidi

HARIANNKRI.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk tidak takut terhadap ancaman pengusaha minyak goreng (migor). Jika ada perusahaan minyak goreng yang terbukti tidak memproduksi minyak goreng curah maka harus ditindak tegas.

Sebelumnya diberitakan pengusaha sekaligus Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga memprotes penetapan tersangka kasus ekspor CPO (minyak sawit) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kemenperin. Ia pun mengancam Kemenperin, bahwa pengusaha minyak goreng akan mundur dari program subsidi bila kasus tersebut tidak diselesaikan.

Tindak Tegas Pengusaha Minyak Goreng Yang Tak Produksi Minyak Goreng Curah

Menurut Mulyanto, ancaman itu bukti salah satu bentuk arogansi pengusaha minyak goreng yang merasa besar. Mereka berani mengancam karena tidak sadar akan penderitaan rakyat yang membesarkan mereka yang hampir enam bulan mengalami kelangkaan dan kemahalan minyak goreng.

“Justru dari kejadian ini kita dapat ambil pelajaran bahwa motif para pengusaha migor itu hanya untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kondisi masyarakat,” kata Mulyanto di Jakarta, Jumat (22/4/2022).

Ia menambahkan, Menperin harus bertindak tegas kepada perusahaan minyak goreng yang tidak memenuhi komitmennya untuk memproduksi minyak goreng curah. Apalagi kepada perusahaan yang berani mengancam ngancam segala.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Beri sanksi tegas. Masak Menperin kalah terhadap pengusaha minyak goreng. Apalagi Satgas Khusus Migor Curah sudah terbentuk. Jangan membiarkan minyak goreng curah terus langka dan harga melambung melampaui HET. Apalagi Presiden juga sudah teriak-teriak soal ini,” kata politisi PKS ini.

Untuk diketahui, dari data yang dirilis Kemenperin, produksi minyak goreng curah ini masih jauh di bawah target.  Dari 75 perusahaan yang terdaftar hanya 4 ribu ton per hari yang diproduksi atau sekitar setengah dari kebutuhan masyarakat, yang 8 ribu ton per hari.  Karena produksi mereka masih di bawah target.  Sementara sebanyak 20 perusahaan masih belum memproduksi minyak goreng curah subsidi tersebut.

“Selain itu, Kemenperin juga mesti cermat dalam mengawasi berbagai dokumen verifikasi terkait pembayaran subsidi migor curah.  Jangan sampai yang dibayarkan dana subsidi adalah dokumen bodong.  Kalau ini terjadi, maka negara akan dirugikan,” tutup Mulyanto. (OSY)

Loading...