Warga 2 Desa Ultimatum CI, 3 Bulan Kandang Ayam Broiler Harus Tutup

  • Whatsapp
Warga 2 Desa Ultimatum CI, 3 Bulan Kandang Ayam Broiler Harus Tutup
Kandang ayam broiler di desa Sembirkadipaten, Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen Jawa Tengah milik CI, Jumat (12/09/2025)

HARIANNKRI.ID – Warga Desa Sembirkadipaten dan Kedungbulus, Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen Jawa Tengah memberi waktu 3 bulan kepada CI, pemilik kandang ayam broiler untuk menutup atau memindahkan lokasi kandangnya. Ultimatum ini berdasarkan hasil mediasi di Kantor Balai Desa Sembirkadipaten, Selasa 9 September 2025.

Salah satu perangkat desa Kedungbulus, Slamet membenarkan bahwa dirinya menghadiri mediasi tersebut. Hadir pada mediasi tersebut; warga dan perangkat desa Sembirkadipaten dan Kedungbulus bersama Forkopincam dan CI selaku pemilik kendang ayam broiler.

“Saya bersama Pak Kades, RT, dan beberapa warga mendatangi undangan mediasi di Sembirkadipaten yang dihadiri Forkopincam dan pemilik kandang,” terang Slamet saat dikonfirmasi hariannkri.id, Jumat (12/09/2025).

Pada mediasi tersebut, warga sepakat memberikan waktu 3 bulan kepada pemilik kandang untuk segera pindah dari lokasi sebelumnya. Pasalnya, keberadaan kandang ayam broiler tersebut masuk lingkungan padat penduduk dan menimbulkan masalah di lingkungan sekitarnya.

“Warga kami sudah sepakat memberikan waktu 3 bulan kepada pemilik kandang untuk segera pindah. Sebab kandang itu sangat berdekatan dengan rumah warga,” lanjutnya.

Ia menambahkan, selama ini masyarakat mengeluhkan adanya bau busuk yang dihasilkan oleh kandang ayam. Kondisi ini dirasa sangat mengganggu warga dan menjadi perhatian serius dalam mediasi tersebut.

“Warga sudah tidak kuat dengan bau busuknya. Makanya meminta pemilik kandang ayam broiler untuk segera pindah dari sana. Supaya bau bangkainya tidak mengganggu lingkungan lagi,” tambahnya.

Slamet menegaskan, mediasi kesekian kalinya ini sudah jadi keputusan akhir warga lingkungan sekitar. Ia tidak ingin warga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Warga sudah bosan dengan mediasi semacam ini. Karena dirasa dari pemilik kandang tidak ada perubahan sama sekali. Jika masih dipaksakan, apabila masyarakat melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, tolong jangan salahkan Pemdes setempat,” harapnya.

Warga Kedungbulus ini berharap agar pemilik kandang ayam broiler dapat memahami tuntutan warga dan segera mengambil tindakan untuk menutup atau memindahkan kandang ayam tersebut. Agar lingkungan sekitar dapat menjadi lebih nyaman dan sehat.

Kabar adanya mediasi juga diperoleh saat hariannkri.id mendatangi Kantor Balai Desa Sembirkadipaten Selasa, 9 September 2025 lalu. Kepala Desa (Kades) Subandiyo tidak berada di tempat, hariannkri.id pun ditemui perangkat desa bernama Santoso. Ia membenarkan bahwa pada hari Selasa kemarin, desa Sembirkadipaten telah mengadakan rapat mediasi terkait adanya kandang ayam broiler di wilayahnya.

“Memang benar hari Selasa kemarin ada rapat di Baldes (balai desa-red) terkait masalah kandang,” ungkapnya, Jumat (12/09/2025).

Santoso menjelaskan, mediasi tersebut dihadiri oleh Forkopincam, Pemdes Sembirkadipaten, Pemdes dan warga Kedungbulus, serta CI.

“Pada saat mediasi di sini dihadiri dari Forkopincam, Pemdes Sembirkadipaten, Pemdes dan warga Kedungbulus, serta pemilik kandang,” ungkapnya.

Santoso memastikan bahwa mediasi tersebut telah dilaksanakan dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk membahas masalah kandang ayam broiler di Desa Sembirkadipaten.

Tim hariannkri.id juga mendatangi CI, pemilik kandang ayam broiler di lokasi kendang, namun tidak berhasil mengkonfirmasi. Menurut AA, salah satu pekerja, CI sudah pulang.

“Kayaknya orangnya sudah pulang karena sudah tidak di kandang,” Katanya.

Namun saat pekerja tersebut menelepon ke rumah, menurut orang yang berada di rumah, CI belum sampai di rumah. Menurutnya, yang menerima telepon tersebut adalah anak CI

“Saya telepon yang anaknya katanya belum sampai di rumah. Entah mampir kemana, mereka gak tahu. Yang jelas sampai sekarang belum sampai rumah,” tandasnya. (SND)

Pos terkait