HARIANNKRI.ID – Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi memastikan akan menindak tegas setiap aksi premanisme di wilayah hukumnya. Pihaknya akan menindak tegas dan mengusut tuntas kasus-kasus kriminal yang melibatkan kelompok preman.
Hal itu ditegaskan Hengki, pasca menangkap empat komplotan pelaku penembakan ‘maut’ di Medan Satria, Kota Bekasi, yang melibatkan kelompok Jon Key dan Nus Kei. Ia juga mengultimatum kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri, sebelum ditangkap.
“Kita akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme. Karena biar bagaimanapun pun aksi main hakim sendiri atau eigen richting tidak diperbolehkan. Karena kejadian ini membuat keresahan di masyarakat,” kata Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/11/2023).
Ia menekankan Polda Metro Jaya berkolaborasi bersama Polres Metro Bekasi. Menurutnya, kasus penembakan yang menewaskan pria inisial GR (44) di Medan Satria, Kota Bekasi, ternyata dipicu konflik lama antar kelompok.
“Kami minta para pelaku menyerahkan diri atau kami kejar dan tindak tegas,” tegas Hengki didampingi Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully.
Ditambahkan,Polda Metro Jaya akan menindak tegas dan mengusut tuntas kasus kasus kriminal yang melibat kelompok premanisme.
“Tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang bergerak di atas hukum. Kami akan tidak tegas. Tidak ada tempat buat premanisme,” serunya.
Ia menuturkan, dalam kasus penembakan itu, sudah ada empat pelaku telah diamankan. Tim gabungan kini tengah memburu pelaku lain yang melarikan diri.
“Sampai saat ini sudah ada empat orang yang kita amankan,” Ujar Hengki.
Keempat pelaku yang ditangkap adalah FO (31), yang ditangkap di Cibinong, Kabupaten Bekasi, kemudian EU, MW, dan PM alias O, yang ditangkap di Indramayu dan Tangerang Selatan.
“Untuk detailnya kasus ini akan kita dirilis secara lengkap dalam waktu dekat. “Nanti kita rilis bersama Polres Metro Bekasi hari Jumat,” tutup Hengki. (OSY)







