BPD Kecewa Kades Sekarteja Tak Segera Pecat Oknum Perangkat Desa Yang Selingkuh Lagi

  • Whatsapp
BPD Kecewa Kades Sekarteja Tak Segera Pecat Oknum Perangkat Desa Yang Selingkuh Lagi
Ilustrasi artikel berjudul "BPD Kecewa Kades Sekarteja Tak Segera Pecat Oknum Perangkat Desa Yang Selingkuh Lagi"

HARIANNKRI.ID – Ketua Badan Pengawas Desa (BPD), CH mengakui kecewa dengan sikap Kepala Desa Sekarteja Suharyanto yang tidak segera memberhentikan oknum Perangkat Desa berinisial SS yang mengakui dirinya telah selingkuh. Perbuatan tidak terpuji ini dilakukan SS bukan yang pertamakalinya, bahkan kali ini diduga disertai pengancaman dan pemerasan.

Fakta ini terkuak setelah Kades Sekarteja menggelar mediasi terkait perselingkuhan yang diduga disertai pengancaman dan pemerasan kepada warganya sendiri. Mediasi tersebut digelar pada hari Senin (07/10/2024) sekira pukul 10.00 WIB di Balai Desa setempat, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen.

Ditemui usai acara, Suharyanto menjelaskan, mediasi tersebut hanya dihadiri perwakilan dari kecamatan dan BPD Sekaerteja. Pada mediasi, sempat disinggung kejadian yang sama yang dilakukan SS beberapa tahun yang lalu. Disebutkan pula, pada mediasi pertama, SS membuat surat pernyataan bahwa dirinya mengakui atas kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi.

“Mediasi hari dihadiri SS, perwakilan dari kecamatan, anggota BPD dan empat orang Pemerintah Desa. Memang kasus perselingkuhan yang dulu dia sempat mengakui kesalahannya dan membuat surat pernyataan bahwa dia itu bersalah. Ya sudah,” kata Kades Sekarteja di ruang kerjanya.

Lanjutnya, pada mediasi tersebut, SS tidak bersedia mengundurkan diri, meski pada mediasi beberapa tahun lalu, SS berjanji siap melakukannya jika terulang kembali. Dikatakan SS juga, menurut Suharyanto, ia siap diproses sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Dia tidak mau mengundurkan diri dan siap diproses Selanjutnya. Karena hasilnya seperti itu, maka saya akan melaporkan ke Camat Budiono,” terang Suharyanto.

Usai mediasi, Suharyanto mengakui tidak akan segera mengambil keputusan. Ia merasa masih harus menunggu instruksi dari pihak kecamatan selaku atasan sekaligus pengawas dan pembina desa.

“Setelah tahu hasilnya seperti ini, maka pemerintah desa belum bisa memberikan keputusan. Nanti kami masih menunggu instruksi dari camat seperti apa. Begitu,” sambungnya.

BPD Sesalkan Kades Sekarteja Tak Segera Pecat Oknum Perangkat Desa Yang Selingkuh Lagi

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua BPD, CH membenarkan telah diadakan mediasi terkait oknum Perangkat Desa Sekarteja yang kembali selingkuh. Ia mengakui kecewa dengan hasil mediasi tersebut. Pasalnya, meski SS mengakui kembali melakukan perselingkuhan, namun oknum tersebut tidak bersedia mengundurkan diri dari jabatannya.

“Hasil dari mediasi tadi pagi menurut saya tidak jelaslah. Karena SS juga tidak mau mengundurkan diri. Intinya ia masih mengelak dan merasa benar dengan kebenarannya. Seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, dari awal perihal permasalahan perselingkuhan itu kembali terjadi, harusnya sikap desa sudah jelas. SS harus diberhentikan dari jabatannya. Namun ia merasa seolah-olah Kades Sekarteja tidak berani memberikan ketegasan.

Sementara, BPD tidak bisa memberikan keputusan apapun karena semua keputusan harus dari Kades setempat. padahal secara pribadi, CH berharap setelah adanya bukti-bukti dan kesaksian, SS harus segera diberhentikan sebagai perangkat desa.

“Sebenarnya tidak perlu dijelaskan. Sudah faham lah terkait permasalahan seperti itu. Menurut saya, Kades kurang tegas lah. Tapi mau bagaimana lagi yang bisa kami lakukan selain menunggu proses. Seandainya benar terbukti ada pelanggaran, kami menghendaki dipecat jadi perangkat desa. Tapi semua keputusan sama Kades. Maunya bagaimana monggo saja. Warga tinggal menunggu keputusan,” tutupnya. (SND)

Pos terkait