KPAI Apresiasi Negara Berikan Vaksin Anak Untuk Cegah Covid-19

KPAI Apresiasi Negara Berikan Vaksin Anak Untuk Cegah Covid-19
Logo KPAI

HARIANNKRI.IDKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi keputusan pemerintah untuk memberikan vaksin anak untuk melawan virus Covid-19. Langkah tersebut dianggap positif karena membuktikan bahwa negara juga memenuhi hak kesehatan anak.

Kadiswasmonev KPAI Jasra Putra menjelaskan, saat ini antisipasi tingkat penularan anak menjadi perhatian banyak pihak. Berdasarkan data yang ada, tingkat penularan anak berada di rentang 1,2 persen sampai 1.7 persen. Kenyataan bahwa anak-anak hanya OTG terbantahkan dengan data dan laporan masyarakat tentang dampak anak melawan sakit Covid-19.

Berdasarkan data IDAI, pada 12,7 persen penularan covid anak, mengungkap diantara 8 orang tertular, dipastikan 1 adalah anak. Artinya, jelas Jasra, perbandingan anak tertular Covid-19 dibanding orang dewasa adalah 1 berbanding 8.

“Kita bersyukur. kekhawatiran ini menyebabkan berbagai pihak bekerjasama dalam mengantisipasinya,” kata Jasra Putra melalui pernyataannya, Selasa (29/6/2021).

Lanjutnya, upaya negara menyediakan vaksin untuk anak menjadi adalah wujud dari upaya optimal negara dalam memenuhi hak kesehatan. Sebagaimana termaktub dalam  Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 44.Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi Anak agar setiap Anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.

Baca Juga :  Peserta Reuni 212 Membludak, ke Toilet Pun Antri

“Saya kira orang tua, dokter nakes sudah terbiasa menyelenggarakan imunisasi atau vaksin pada anak. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Dengan semua pihak sensitif anak,” imbuhnya.

KPAI: Dampak Positif Vaksin Anak 

Selain itu, vaksin Covid-19 untuk anak, menurutnya, juga akan memperkuat upaya target herd immunity di sekolah dalam mendorong Pembelajaran Tatap Muka. Pemberian vaksin pada anak juga disebutnnya akan lebih meningkatkan target WHO dalam rangka testing, tracing dan treatment pada anak.

“Sehingga hak kesehatan dan kepentingan terbaik anak dapat dipenuhi. Di tengah mengurangi penularan pada anak-anak yang terpapar Covid-19,” ujar Kadiswasmonev KPAI.

Jasra berharap, media ramah anak ikut berkontribusi dengan membuat dan menempelkan informasi tempat-tempatdimana vaksin anak sebelum diselenggarakan. Terlebih jika dibantu dengan menghadirkan tokoh atau publik figur yang disukai anak. Diharapkan pula, sekolah juga bisa menjadi bagian untuk menciptakan situasi positif ini.

Baca Juga :  KPAI Sebut Karyawan Rumah Sakit Berpotensi Tularkan Covid-19 ke Anak

“Dengan itu. Pelan-pelan kita mengajak anak anak bagian aktif pengurang dampak pandemi untuk teman sebayanya. Karena memang mereka adalah generasi yang aktif, kreatif dan berprestasi,” kata Jasra Putra.

Ia menambahkan, sejak ultah KPAI ke 17 tahun pada  21 Juni 2021 lalu, dalam setiap kegiatan pengawasan dan kunjugan di daerah, KPAI mengajak Gerakan Aku Bangga Pakai Masker Aku Siap Kalahkan Virus. KPAI Kuat Indonesia Maju. Gerakan ini dipercaya KPAI menjadi pintu masuk bersama mendukung suksesnya vaksin pada anak-anak.

“Meski baru di umur 12 sampai 17 tahun. Tapi dapat menciptakan lingkungan yang menguatkan setiap anak dalam beraktifitas di PPKM Mikro. Sehingga sejak awal vaksin anak dapat dengan baik. Dan memberikan motivasi anak dan orang tua untuk segera vaksin,” tutup Jasra Putra. (OSY)

Loading...