Saatnya Kita Menemani dan Mengawal Jokowi-Amien

Saatnya Kita Menemani dan Mengawal Jokowi-Amien
Hendrik L Karosekali (baju batik)

Saatnya Kita Menemani dan Mengawal Jokowi-Amien. Oleh: Hendrik L Karosekali SE MBA,  Pendiri Spirit Edukasi Membangun bangsa (Sebangsa), Ketua Umum Baladhika Karya Satuan Serbaguna.

Tepat tanggal 20 Oktober 2019, Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amien secara resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2019-2024. Pelantikan ini sekaligus menjadi antiklimaks dari sebuah kontestasi panjang antara pasangan Jokowi-Amien dan Prabowo-Sandi selama penyelenggaraan Pilpres 2019.  Hal ini sekaligus kembali mencatatkan sejarah bahwa Indonesia telah sukses menyelenggarakan Pesta Demokrasi terbesar dalam sejarah dunia, yakni penyelenggaraan Pileg dan Pilpres secara serentak.

Pelantikan Jokowi-Amien sebagai Presiden dan Wakil Presiden tentu saja bukan hanya kemenangan mereka, tetapi kemenangan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Dengan kata lain, jokowi bukan semata-mata milik partai pendukungnya, milik relawan pendukungnya, ataupun milik para pemilih nya, namun Jokowi-Amien adalah milik seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Sehingga Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amien bukan semata menjadi presiden dan wakil presiden bagi mereka yang notabene para pendukungnya, tetapi menjadi PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

Baca Juga :  Memahami Visi Indonesia, Presiden Ir. H. Joko Widodo 2019-2024 (2)
Pasca pelantikan, kita harus segera melupakan eforia kemenangan. Saatnya kita menatap dan bersama sekaligus mengawal pemerintahan Jokowi-Amien untuk segera menjalankan pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum selesai selama lima tahun pemerintahan Jokowi Periode pertama, sekaligus mengawal pemerintah untuk menjalankan semua program kampanye yang telah menjadi Komitmen Jokowi-Amien untuk diwujudkan dalam program kerja pemerintah paling tidak selama 5 (lima) tahun kedepan.

Bersama dan mengawal pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi bukan karena sosok dan perawakan Jokowi yang kurus dan bekas tukang kayu sehingga layak ditemani dan dikawani. Tetapi karena visi kebangsaan dan ke-Indonesiaan Jokowi yang hadir ditengah-tengah kering kerontangnya nuansa kebantinan masyarakat Indonesia atas nasionalisme, atas kemiskinan, atas disparitas pembangunan, dan atas tebang pilih hukum, dan lain sebagainya yang telah mengerus optimisme masyarakat atas masa depan bangsa. Dan Visi dan Misi Jokowi hadir sebagai sebuah ellan perjuangan baru untuk kembali mengapai optimisme.

Setelah lima tahun peride pertama mengfokuskan pada pembangunan infrastruktur sebagai fondasi untuk mengatasi disparitas antara Jawa dan Luar Jawa serta antara Kota dengan Desa, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong distribusi ekonomi dan pendapatan agar merata kesemua wilayah sampai pelosok desa. Hal ini membuktikan bahwa Jokowi adalah presiden seluruh rakyat yang bertanggung jawab dan mengayomi semua warganya adalah disemua wilayah NKRI.

Baca Juga :  GPI Jakarta Raya: Pemilihan Wagub Saat Darurat Covid-19, Maklumat Kapolri Berlaku Untuk Siapa?

Lima tahun kedepan Jokowi-Amien menfokuskan pembangunan pada Sumber Daya Manusia (SDM). Sebuah pijakan kedua setelah tatanan fondasi infstruktur selesai, distribusi ekonomi berjalan, saatnya penguatan SDM menjadi pijakan selanjutnya. Pijakan pembangunan SDM ini sekaligus menguatkan keyakinan dan optimisme kita bahwa Jokowi akan menghantarkan kita menjadi bangsa yang besar dan diperhitungan dalam geopolitik dan geoekonomi Global. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita menemani dan mengawal pemerintahan Jokowi-Amien, agar tetap amanah dalam menjalankan semua visi dan misi kebangsaan, Ke-Indonesiaan, dan Kemajemukan sebagai fitrah atas persatuan dan kesatuan menuju kemandirian dan kemanjuan bangsa dan negara Indonesia. Terakhir kemi mengucapkan “Selamat Atas Pelantikan Jokowi-Amien, Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019 – 2014”.

Salam sebangsa. Spirit edukasi membangun bangsa.

Loading...